Minggu, 2 Oktober, 2022

Cerita Andi Arief, Lukas Enembe Sempat Tolak Permintaan Jokowi

MONITOR, Jakarta – Kasus dugaan korupsi menimpa Gubernur Papua Lukas Enembe, yang merupakan kader Partai Demokrat. Lukas pun ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun status tersangka Lukas Enembe tak membuat rakyat Papua marah. Justru rakyat Papua bersikeras membela sang Gubernur. Menyikapi kasus ini, Politikus Demokrat Andi Arief menuturkan pihaknya tengah mendalami komunikasi dengan Lukas Enembe.

“Partai Demokrat mencermati banyak hal tentang tuntutan pemberhentian jabatan Pak Lukas Enembe di partai. Banyak hal yang kami timbang, termasuk soal keamanan nasional, sekali lagi kami sedang mengupayakan bicara langsung dengan yang bersangkutan,” ucap Andi Arief dalam cuitannya di laman Twitter, Jumat (23/9/2022).

Dibalik penetapan status tersangka ini, Andi mengungkapkan bahwa kasus tersebut bermula dari datangnya utusan Jokowi ke Lukas Enembe. Kepentingan mereka tak lain bernegosiasi agar kursi Wakil Gubernur diisi oleh pihak mereka, yang diakui sebagai orang Jokowi.

- Advertisement -

“Demokrat sadar bahwa pemberantasan korupsi kamilah partai yang paling mendukung dan konsisten. Tapi kami juga tahu betul bahwa sebelum men TSK kan Pak Lukas Enembe utusan Presiden menemui demokrat agar kekosongan wagub diisi orang Jokowi. Dan, kami menolak memenuhi permintaan Presiden,” terang Andi Arief.

Menyikapi kasus ini, Andi pun berupaya meminta pertimbangan kepada Menko Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, agar melihat jernih kasus yang menjerat Lukas Enembe.

“Pak Prof Mahfudd MD, kami terus bantu KPK selama murni penegakan hukum. Meski, ancaman pada Pak Lukas Enembe dan calon wakil Gubernur Yunus Wonda muncul setelah Pak Lukas Enembe tolak jendral Waterpau usulan Pak Jokowi, karena Waterpau tak dapat dukungan partai meski maunya Presiden Jokowi,” pungkas Andi Arief.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER