Senin, 26 September, 2022

PMI Komitmen Sebarkan Nilai-nilai Kemanusiaan

MONITOR, Jakarta – Hari Palang Merah Indonesia (PMI) diperingati pada 17 September setiap tahun. Peringatan tersebut bertepatan dengan terbentuknya Pengurus Besar pertama PMI pada 17 September 1945. PMI menetapkan peringatan hari jadinya tersebut dalam Anggaran Dasar organisasi.

Peringatan hari jadi PMI merupakan upaya menguatkan kesatuan gerakan PMI di seluruh Indonesia. Penguatan kesatuan gerakan ini salah satunya dengan mengampanyekan tema khusus. Seperti pada tahun ini, PMI mengusung tema gerakan ‘Terus Tebar Kebaikan’.

Perbedaan 3 September dan 17 September

Setelah 17 hari Indonesia memploklamirkan kemerdekaan, pada 3 September 1945, Presiden Soekarno memerintahkan Menteri Kesehatan Kabinet Pertama, dr. Boentaran Martoarmodjo untuk membentuk badan palang merah nasional. Menindaklanjuti perintah presiden, maka dr. Boentaran Martoatmodjo, pada 5 September 1945 membentuk Panitia Lima yang terdiri dari dr. Mochtar, dr. Bahder Djohan, dr. Djuhana, dr. Marzuki, dan dr. Sitanala.

- Advertisement -

“Tugas Panitia Lima adalah mempersiapkan pembentukan PMI, menyusun Anggaran Dasar dan menyusun usulan Pengurus Pusat atau Pengurus Besar, dan pada tanggal 17 September 1945, Pengurus Besar terbentuk dengan Ketua Pertama Drs. M. Hatta. Maka tanggal tersebut dijadikan sebagai Hari Lahir PMI,” kata Indra Yogasara Kepala Sub Divisi Diseminasi Markas Pusat PMI, Rabu, 7 September 2022.

PMI berkomitmen menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan di Indonesia. Komitmen kemanusiaan ini dirawat PMI dengan terus melakukan sosialisasi, edukasi, serta diseminasi gerakan kepalangmerahan kepada masyarakat Indonesia.

“PMI adalah organisasi kemanusiaan netral serta independen yang diberi mandat oleh negara melalui UU nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan dalam penyelenggaraan kepalangmerahan. Salah satu tugasnya adalah menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan kegiatan kepalangmerahan,” tukas Indra.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER