Categories: HUKUM

PN Depok Vonis Nenek 70 Tahun 3 Bulan Penjara

MONITOR, Depok – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok memvonis Yosi Rosada atau Nenek Yosi dengan vonis tiga bulan penjara lantaran terbukti melakukan pemalsuan akta otentik seorang berinisial YD pada tahun 2016 silam.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Nugraha, nenek usia 70 tahun itu dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah memalsukan surat tanah miliknya seluas 4.477 meter di Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, yang telah ia jual sejak tahun 2011 silam.

“Terdakwa Rosi Rosada telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak dan merugikan orang lain,” kata Ketua Majelis Hakim Nugraha di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (31/08/2022).

Kendati divonis tiga bulan oleh Majelis Hakim, namun nenek Yosi tidak perlu menjalani kurungan penjara dikarenakan sejumlah pertimbangan.

“Menetapkan, pidana tersebut tidak perlu dijalankan kecuali apabila dikemudian hari ada perintah lain dalam putusan hakim karena terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebelum berakhir masa percobaan salama 6 (enam) bulan,” ujar Nugraha.

Usai mendengarkan vonis tersebut, nenek Yosi menghampiri kuasa hukumnya untuk meminta pendapat terkait vonis yang dijatuhkan kepadanya. Melalui kuasa hukumnya, Agus, Yosi meminta untuk mempertimbangkan putusan yang diberikan tersebut.

“Atas apa yang telah disampaikan dalam putusannya, terhadap putusan tersebut, kami dari penasehat hukum terdakwa meminta waktu untuk memikirkannya (7 hari),” kata Agus

Untuk diketahui, Yosi ditetapkan tersangka oleh Penyidik Polda Metro Jaya dengan sangkaan memalsukan akta otentik seorang berinisial YD pada tahun 2016. Meski ditetapkan sebagai tersangka, namun Yosi tidak ditahan dikarenakan sejumlah pertimbangan.

Sementara itu, Dhewi Rasmani salah satu saksi yang juga kerabat YD menyatakan bahwa vonis yang diberikan Majelis Hakim PN Depok tersebut tidak sesuai dengan dakwaan dalam pasal 263 dan 266 KUHP.

“Sebenarnya kalau (pasal) 263 itu, ancaman penjaranya itu harus enam atau tujuh tahun. Karena si Yosi ini sudah tua, mungkin ada pertimbangan kebijakan sehingga divonis 3 bulan. Ini semua tergantung pada kebijakan.

“Tetapi tadi kan hasil putusan masih pikir-pikir dulu, jadi kita tidak tahu putusannya nanti seperti apa. Semoga orang yang zholim, jahat itu semoga sadar. Saya selalu berdoa kepada Allah,” ungkap Dhewi.

Recent Posts

Lewat Edu Tani Kementan Perkenalkan PMAAS untuk Dongkrak Produksi Padi

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) melalui Edu…

31 menit yang lalu

Menteri Agama Ajak Masyarakat Jabodetabek Hadiri Doa Kebangsaan 1 Agustus di Monas

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk menghadiri…

4 jam yang lalu

Pembangunan Rumah Ke-1 Type 36 Semi Permanen TMMD Ke-129 Kodim 1807 Capai 68 Persen

MONITOR, Sorong Selatan – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim…

4 jam yang lalu

Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru Industri di Kawasan Transmigrasi

MONITOR, Kementerian Perindustrian proaktif mendukung pengentasan kemiskinan melalui pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis…

5 jam yang lalu

Perputaran Dana Judol Turun, Waka Komisi I DPR Dorong Penanganan Makin Disiplin

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta menyambut baik tren penurunan perputaran dana…

6 jam yang lalu

Kemenperin dan UNIDO Percepat Transformasi Kawasan Industri Hijau

MONITOR, Jakarta - Kawasan industri kini tidak lagi dinilai hanya dari kelengkapan infrastruktur atau kemudahan…

11 jam yang lalu