Kamis, 18 Agustus, 2022

Heboh Citayam Fashion Week di Jakarta, Ini Kata Pemkot Depok

MONITOR, Depok – Dunia maya saat ini masih dihebohkan dengan cerita sisi lain sekumpulan remaja “SCBD” (Sudirman Citayam Bojonggede, Depok) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Salah satunya Citayam Fashion Week.

Aksi-aksi yang dilakukan para remaja tersebut pun hingga saat ini masih viral di media sosial.

Terkait hal tersebut, Kepala Badan Perencaan Pembangunan dan Pengembangan Penelitian Daerah (Bappeda) Kota Depok, Dadang Wihana angkat bicara. Menurutnya, inisiator kegiatan tersebut, bukan berasal dari remaja Kota Depok.

“Kami mencoba tidak masuk dalam keriuhan fenomena yang menamakan diri Sudirman, Citayam, Bojonggede, Depok(SCBD) yang sedang trending topic, meskipun nama Depok mulai dihubungkan dengan kondisi ini,” katanya, seperti dikitip disitus resmi Pemkot Depok, Kamis (28/07/2022).

- Advertisement -

Dadang menyebut, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan pihaknya inisiator Citayam Fashion Week adalah berasal dari Citayam, Bojonggede, Kabupaten Bogor.

“Mungkin saat ini yang ikut terlibat dalam aktivitas tersebut bisa berasal dari banyak wilayah, sangat mungkin karena sudah menjadi sesuatu yang sangat viral saat ini,” ucapnya.

Terkait pernyataan Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Nirwono Joga bahwa Pemerintah Kota Depok yang tidak menyediakan fasilitas ruang publik memadai bagi remaja, Dadang menjelaskan, Pemkot Depok sudah membangun 55 taman yang tersebar di kelurahan-kelurahan yang dapat dimanfaatkan oleh para remaja sebagai ruang berekspresi.

Lalu, ada Alun-alun Kota Depok dan Gelanggang Olah Raha (GOR) di Jalan Boulevard, GDC yang menyediakan fasilitas lengkap untuk aktivitas warga. Tahun ini Pemkot juga akan membangun Alun-alun wilayah barat di Kecamatan Sawangan/Bojongsari.

“Beberapa spot ruang publik sesuai arahan Pak Wali Kota sedang kami rencanakan, termasuk untuk youth market dan ada pula untuk event-event yang mengakomodasi aktivitas remaja,” paparnya.

“Kepada para pihak, mari kita dalami secara proporsional berdasarkan data-data, tidak merespon hanya berdasarkan isu yang berkembang, siapa dan darimana mereka serta apa tujuannya. Mari kita salurkan segala aktivitas remaja secara positif dan kami pun sedang berikhtiar untuk itu,” tuntasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER