Kamis, 18 Agustus, 2022

Lewat Pembiayaan Koperasi, LPDB-KUMKM Dukung Destinasi Wisata Super Prioritas

MONITOR, Labuan Bajo – Guna mendukung program pemerintah untuk destinasi wisata super prioritas, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) melakukan penyaluran dana bergulir kepada koperasi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dukungan perkuatan permodalan koperasi tersebut dilakukan LPDB-KUMKM sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya anggota koperasi maupun pelaku UMKM yang bergerak di sektor pariwisata.

Seperti di Labuan Bajo, Provinsi NTT perkuatan permodalan koperasi dengan dana bergulir disalurkan kepada Koperasi Kredit (Kopdit) Suka Damai sebesar Rp25 miliar dengan dua tahap pencairan.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, program pemerintah dalam mengembangkan destinasi wisata super prioritas perlu didukung dari sisi permodalan para pelaku usahanya melalui koperasi, dengan itu LPDB-KUMKM hadir melayani guna mendukung likuiditas koperasi dalam melayani anggotanya.

- Advertisement -

“Koperasi bisa menjadi akses permodalan yang baik bagi anggota koperasi yakni pelaku ekonomi pariwisata, dengan ini pertumbuhan ekonomi daripada sektor pariwisata bisa terus ditingkatkan,” ujar Supomo dalam keterangannya Selasa (28/6/2022).

Menurut Supomo, lima destinasi wisata super prioritas sangat perlu dukungan pemasaran, promosi, hingga pembiayaan, terlebih saat ini sektor pariwisata sudah mulai bangkit kembali pasca hantaman pandemi covid-19.

“Jadi ini upaya bersama pemerintah, gotong royong untuk meningkatkan daya saing lokasi wisata super prioritas, semakin baik destinasi ini, maka akan semakin tinggi turis yang datang, dampaknya ekonomi masyarakat meningkat, angka pengangguran turun, daya saing pariwisata nasional meningkat,” ujar Supomo.

Ketua Kopdit Suka Damai, Agustinus Kristof Sentisal mengungkapkan, pandemi covid-19 menjadi hambatan yang sangat berat bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha di Labuan Bajo. Aktivitas ekonomi pariwisata menjadi lumpuh dan tidak berjalan dengan semestinya.

Hal ini berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, turunnya pendapatan masyarakat, hingga berdampak pada bisnis koperasi.

“Kami mengambil langkah-langkah yang pertama kreditur tetap melakukan angsuran meskipun nominalnya tidak sesuai perjanjian jadi ada relaksasi atau kelonggaran bagi anggota. Untuk koperasi sendiri memang ada penurunan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang kami peroleh, bahkan bagi kami ada penundaan pembayaran gaji separuh dan baru diselesaikan di tahun 2021 karena sudah masuk kondisi New normal,” ungkap pria yang akrab disapa Kristo ini.

Menurutnya Kopdit Suka Damai merupakan salah satu koperasi yang cukup berkembang dengan pesat, hal ini terlihat dari yang awalnya memiliki aset sebesar Rp1,2 juta, saat ini telah mencapai Rp91 miliar, dengan total anggota koperasi sebanyak 16.000 orang dengan total 7 kantor cabang dan 1 kantor pusat.

Meskipun dilanda pandemi, Kopdit Suka Damai terus melakukan perluasan wilayah kerja, dari hanya beroperasi di Kabupaten Manggarai Barat, kini sudah berkembang di Kupang, Malaka, dan Ruteng.

Pemenuhan Kebutuhan Anggota

Adapun, pinjaman dana bergulir yang disalurkan oleh LPDB-KUMKM akan digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan para anggota dalam menjalankan bisnis dan usahanya.

Tercatat, berbagai sektor usaha para anggota Kopdit Suka Damai diantaranya perajin kain tenun ikat, sektor pertanian, peternakan, pelaku transportasi wisata, dan perdagangan.

“Dana bergulir murni kami gunakan untuk pemenuhan kebutuhan anggota-anggota kami. Pencairan tahap pertama sebesar Rp15 miliar yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan anggota lama dan anggota baru,” paparnya.

Kristo pun mengapresiasi upaya yang dilakukan LPDB-KUMKM dalam hal pendampingan maupun bimbingan secara teknis maupun teori dalam memperbaiki kinerja koperasi khususnya dalam hal administrasi.

“Kami sebagai pengurus merasa bersyukur karena kami mendapat masukan yang baru dan sangat baik untuk perubahan ke depan terkait pemenuhan administrasinya, sebenarnya persyaratan pinjaman LPDB-KUMKM tidak sulit jika koperasi tertib administrasinya,” jelas Kristo.

Pihaknya berharap, kerja sama yang harmonis antara LPDB-KUMKM dengan Kopdit Suka Damai akan terus berlanjut dan berkembang guna memberikan dukungan akses permodalan yang mudah, murah, dan ramah.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER