Kamis, 30 Juni, 2022

Konflik Rusia-Ukraina Masih Lama, Jokowi Tepat Lakukan Reshuffle?

MONITOR, Jakarta – Mantan Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Tiongkok Imron Cotan menyatakan, stagflasi itu ditandai tiga fenomena yang sangat fundamental, yakni pengangguran tinggi, inflasi tinggi dan pertumbuhan lemah.

Dikatakan Imron Cotan, ancaman ini patut diwaspadai oleh pemerintah. Untuk itu, kata dia, sangat wajar ketika Presiden Joko Widodo melakukan penyegaran dalam kabinetnya dan memilih sejumlah nama elit partai politik.

“Jadi kalau Presiden Jokowi sedang mencoba mengakomodasi partai politik untuk berpartisipasi dalam kabinetnya, itu adalah dalam rangka menghadapi turbulensi dari dampak perang Rusia-Ukraina yang akan datang,” kata Imron Cotan dalam sebuah diskusi yang digelar Partai Gelora, Kamis (16/6/2022).

Imron Cotan memprediksi perang Rusia-Ukraina masih akan berlangsung lama, karena Rusia ingin mengakhiri dominasi Amerika Serikat (AS) dalam energi maupun tujuan strategis lainnya. 

- Advertisement -

“Ukraina ini didesain untuk menjadi kuburan oleh Rusia, seperti halnya Afghanistan oleh Amerika, sehingga Ukraina tidak dimanfaatkan Amerika dan Nato dalam jangka panjang supaya tidak menjadi ancaman bagi Rusia,” kata diplomat senior ini.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER