Sabtu, 21 Mei, 2022

Paljaya Ajak Warga dan Pengelola Gedung di Jakarta Kelola Limbah

MONITOR, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Jaya (Perumda Paljaya), terus melakukan upaya terbaik dalam mengolah limbah di Ibu Kota. Terbaru, Perumda Paljaya mendapat tugas mengelola limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3).

Direktur Teknik dan Usaha Perumda Paljaya, Asri Indiyani, mengatakan, saat ini untuk pengelolaan limbah B3 sedang diuji coba. Semuanya dilakukan secara bertahap.

“Ketika kita membahas air, orang cenderung memikirkan tentang air minum atau air bersih. Sangat jarang orang membicarakan tentang pengolahan air limbahnya. Padahal, kota yang maju harus memiliki infrastruktur yang baik termasuk jaringan pengelolaan air limbah,” kata Asri di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Krukut, Jakarta, Rabu (27/4/2022).

Wanita jebolan Fakultas Tehnik Lingkungan ITB Bandung ini juga mengatakan, saat ini di Indonesia, baru ada di 13 kota yang menggunakan IPAL, salah satunya Jakarta.

- Advertisement -

“Harapan kita, akan berkembang dan lingkungan kita menjadi lebih bersih,” lanjut dia.

Kata Asri, kehadiran IPAL yang dikelola oleh Paljaya lebih menguntungkan bagi masyarakat dan para pengelola gedung di Jakarta, Sebab, kalau masyarakat atau pengelola gedung menyediakan atau membuat pengelolaan limbah sendiri hitungannya akan lebih mahal.

“Misalnya untuk pengelola gedung, tidak harus membeli alat dan tiap bulan tidak harus mengecek sendiri kualitas limbahnya. Semuanya dikelola oleh PAL Jaya. Mereka hanya bayar tarif sesuai Pergub dan duduk manis. Karena itu, kami minta para pengelola gedung agar menyerahkan pengelolaan limbahnya kepada kami,” jelasnya.

Lantas berapa masyarakat dan pengelola gedung di Jakarta yang saat ini dilayani Paljaya?

Dijawab Asri, Paljaya mengolah limbah domestik dari sekitar 2.000 lebih rumah tangga dan 680 lebih gedung bertingkat di wilayah lima kecamatan di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Kelima kecamatan dimaksud adalah Kecamatan Setiabudi, Tebet, Senayan, Kebayoran Baru, dan sebagian wilayah Bendungan Hilir (Benhill).

“Jumlah pelanggan yang disebut dengan People Equivalent (PE) saat ini sekitar 2,4 juta yang telah terlayani,” terangnya.

Layanan itu diberikan melalui jaringan pipa yang panjangnya mencapai sekitar 128 kilometer yang ditanam di dalam tanah.

Kelima wilayah itu masuk dalam Zona 0 dari 15 zona pengolahan limbah domestik di DKI Jakarta, dan dilayani oleh dua instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang berlokasi di dekat Waduk Setiabudi dan di Jalan Masjid Hidayatullah, Kelurahan Karet Semanggi.

Melalui jaringan pipa yang luar biasa panjang itu, limbah domestik dari rumah tangga dan gedung-gedung bertingkat dialirkan ke kedua IPAL tersebut untuk diolah menjadi air baku yang kemudian dialirkan ke badan air berupa kali/sungai.

Sementara itu Komisaris Utama Perumda Paljaya Andi Saputra yang didampingi anggota Komisaris Perumda Paljaya Budi Siswanto, mengaskan, pihaknya akan terus mengawal para jajaran direksi untuk berbuat yang terbaik bagi kota Jakarta dibawah pimpinan Gubernur Anies Baswedan.

“Kami di jajaran komisaris Perumda PAL Jaya akan terus mengawal dan membantu jajaran direksi dalam menangani limbah di Jakarta. Terutama dalam mengajak masyarakat dan para pengelola gedung agar jadi pelanggan kami,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER