PEMERINTAHAN

Jelang Idulfitri, Kemenperin-BI Fasilitasi Penukaran Uang Pecahan

MONITOR, Jakarta – Menjelang berakhirnya bulan Ramadan dan menyambut Idulfitri 1443 Hijriah, aktivitas ekonomi dan sosial diprediksi akan meningkat. Hal ini seiring dengan kebijakan pemerintah membuka ruang silaturahim seluas-luasnya bagi masyarakat dengan melalui pelonggaran aturan mudik. Mobilisasi mudik diprediksi mengalami peningkatan signifikan, mengingat dalam dua tahun terakhir, masyarakat tidak melakukan mudik Lebaran akibat situasi pandemi Covid-19.

“Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Bank Indonesia, membuka kesempatan bagi masyarakat, khususnya para pegawai Kemenperin, yang ingin menukarkan uang pecahan untuk keperluan berbagi, berinfak, dan bersedekah pada momen jelang Idulfitri ini,” ujar Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi Andi Rizaldi di Jakarta, Selasa (26/4).

Selain mempermudah para pegawai di lingkungan Kemenperin dalam mendapatkan uang pecahan, kegiatan ini juga dharapkan dapat berpartisipasi mendorong peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat. “Dengan situasi pandemi yang semakin terkendali, kegiatan masyakarat juga berangsur kembali ke situasi normal. Diharapkan pemulihan ekonomi dan industri secara nasional akan lebih cepat tercapai,” ujar Andi.

Selama masa pandemi Covid-19, Kemenperin mengambil peran aktif dalam melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 di sektor industri, seperti penerbitan aturan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri bagi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri. Kebijakan ini dijalankan Bersama dengan upaya penanganan Covid-19 di lingkungan Kemenperin sendiri.

Langkah-langkah yang dilakukan Kemenperin dalam mengangani penyebaran Covid-19 antara lain penerapan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan kerja serta pelaksanaan program vaksinasi bagi pegawai dan sektor industri, penyediaan fasilitas isolasi mandiri terpusat bagi pegawai dan masyarakat, serta penyaluran bantuan masker, APD, oxygen consentrator, tabung oksigen, dan ventilator kepada masyarakat melalui pemerintah daerah maupun fasilitas layanan kesehatan di daerah.

Pada kegiatan Penukaran Pecahan Uang di Gedung Kementerian Perindustrian Senin (25/4) lalu, Kepala Divisi Relasi dan Lembaga Publik Bank Indonesia, Puji Widodo menyampaikan, Pemerintah telah mencairkan THR bagi ASN pada tahun 2022. Hal ini sangat disambut baik oleh seluruh ASN dan menandakan pemulihan ekonomi.

“Untuk memberi makna sekaligus meningkatkan nilai tambah THR tersebut, Bank Indonesia bersinergi dengan kementerian dan lembaga untuk memfasilitasi penukaran uang baru. Nantinya uang THR dapat dibagikan kepada sanak famili di kampung halaman dapat memberikan kebahagiaan di hari kemenangan Idulfitri 1443 H,” jelas Puji.

Recent Posts

Menaker: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengingatkan pekerja/buruh dan pengusaha agar tidak berhenti pada hubungan…

3 jam yang lalu

GNTI Salurkan Bibit Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

MONITOR, Serang - Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian…

6 jam yang lalu

Lonjakan Arus Libur Paskah 2026, Jasa Marga Catat 210 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

MONITOR, Jakarta – Momentum libur panjang Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah) mendorong peningkatan signifikan volume…

7 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Ketahanan Pangan adalah Benteng Terakhir Daya Tahan Bangsa

MONITOR - Pakar kelautan sekaligus tokoh nasional, Prof Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa pangan bukan sekadar…

8 jam yang lalu

Wamen UMKM: Diplomasi Maritim Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Global

MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendukung pelayaran muhibah KRI Bima…

11 jam yang lalu

Donor Darah Serentak Wanita TNI dan Dharma Pertiwi Pecahkan Rekor MURI, Libatkan 13 Ribu Lebih Pendonor

MONITOR, Jakarta – Aksi kemanusiaan berskala nasional yang digelar Wanita TNI bersama Dharma Pertiwi berhasil mencetak…

14 jam yang lalu