Sabtu, Mei 28, 2022

Rokhmin Dahuri ajak Pemuda Maluku tingkatkan Peran Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

MONITOR, Ambon – Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan, Prof Rokhmin Dahuri mengajak para pemuda Maluku meningkatkan peran dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan untuk kemajuan, kesejahteraan, dan kemandirian wilayah.

Hal tersebut disampaikan Rokhmin Dahuri saat menjadi narasumber kegiatan forum bisnis seminar sehari “Pemuda menata Potensi Perikanan di Maluku dan Peluang Investasi untuk Para Investor” yang diselenggarakan oleh KNPI Provinsi Maluku di Gedung PKK Kota Ambon, Rabu (20/4/2022).

Guru Besar IPB University tersebut menuturkan bahwa lebih dari 92% wilayah Provinsi Maluku berupa laut, dengan potensi produksi perikanan terbesar diantara 34 Provinsi NKRI dimana sampai sekarang tingkat pemanfaatan ekonomi perikanan tangkap maupun perikanan budidaya Provinsi Maluku masih sangat rendah. Itu saja, kontribusi sektor KP terhadap PDRB Prov. Maluku mencapai 12,8%, tertinggi di Indonesia.

“Sementara itu, permintaan (demand) di dalam negeri maupun ekspor untuk komoditas dan produk olahan ikan serta biota laut lainnya, termasuk produk industri bioteknologi kelautan terus meningkat, seiring dengan pertambahan penduduk dunia dan kesadaran publik akan gizi ikan yang lebih sehat dan mencerdaskan, katanya.

- Advertisement -

Oleh sebab itu, lanjut Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut bila pembangunan Ekonomi Kelautan (perikanan tangkap di laut, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, dan industri bioteknologi kelautan) dikembangkan dengan menggunakan inovasi teknologi dan manajemen professional.

“Sektor KP tidak hanya akan mampu memajukan dan memakmurkan masyarakat Provinsi Maluku, tetapi juga akan berkontribusi signifikan bagi terwujudnya Indonesia Emas, paling lambat 2045,” ujarnya.

Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) menjabarkan perkiraan potensi produksi ikan lestari dan kebutuhan ikan Provinsi Maluku 2021 – 2100 dimana pada tahun 2021 total konsumsi (kebutuhan) ikan Provinsi Maluku = 1.862.626 orang x 72,8 kg/orang/tahun = 135.554 ton (1,2% potensi), Tahun 2025 = 3.000.000 orang x 80 kg/orang/tahun = 240.000 ton (2,1%), Tahun 2050 = 10.000.000 orang x 90 kg/orang/tahun = 900.000 ton (7,7%), Tahun 2100 = 15.000.000 orang x 100 kg/orang/tahun = 1,5 juta ton (12,1%).

“Total potensi produksi perikanan lestari Prov. Maluku = 1.640.160 ton/tahun (Perikanan Tangkap) + > 10 juta ton/tahun (Perikanan Budidaya) = 11.640.160 ton/tahun,” ungkapnya.

Sementara untuk peran pemuda dalam pembangunan sektor perikanan marikultur (Studi kasus: Teluk Ambon Dalam) menurut Rokhmin Dahuri meliputi: Pertama, Perencanaan, dengan melakukan rapat-rapat di desa/daerah. Kedua, Produksi yang meliputi kepemilikan aset dan lahan budidaya KJA. Ketiga, Monitoring dan evaluasi produksi dan biaya usaha. Keempat, Menjadi pengurus aktif kelompok/koperasi perikanan.

Adapun faktor yang mempengaruhi peran pemuda ini diantaranya faktor kewirausahaan, kebijakan publik, sumberdaya, dan kapital sosial. “Sumberdaya berpengaruh signifikan terhadap peran pemuda diikuti kapital sosial, kebijakan publik, dan kewirausahaan sehingga kebijakan pembangunan harus mengakomodir semua determinan berdasarkan tingkat signifikansinya,” terangnya.

Rokhmin Dahuri juga mengajak partisipasi pemuda dalam menyiapakan pakan, pemberian pakan bagi Hiu, membersihkan wadah pemeliharaan dan mengontrol kualitas air. Sedangkan dalam bidang minawisata pemuda berpartisipasi sebagai pemandu dalam kegiatan minawisata dan mempromosikan minawisata hiu zebra kepada masyarakat luar.

“Diharapkan dalam kegiatan minawisata dan budidaya ini terjalin kerjasama antara pihak swasta dan pemerintah setempat, agar kegiatan minawisata berjalan baik,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPP PDIP Bidang Kelautan dan Perikanan tersebut mengingatkan bahwa Indonesia diperdiksi akan mengalami peningkatan jumlah penduduk berusia produktif usia 15 – 64 tahun sebesar 70% sampai 2045. Indonesia memiliki bonus demografi. Artinya, Indonesia akan memiliki kaum muda dengan jumlah besar yang berpotensi menjadi garda depan dalam upaya perlindungan lingkungan, terutama menjaga sumber daya laut agar tetap lestari.

“Empat Faktor yang menentukan Peran Pemuda yakni Pertama, Kebijakan publik tentang kepemudaan atau alokasi sumberdaya ekonomi yang dapat diakses pemuda. Kedua, Sumberdaya alam yang tersedia yang dapat menarik pemuda untuk terjun ke dalam industri pemanfaatan sumberdaya alam tersebut,” terangnya.

Ketiga, Kapital sosial (social capital) yang dimiliki pemuda yang memungkinkan yang bersangkutan dapat mendayagunakan modal tersebut untuk mengaktualisasikan peranannya. “Keempat yang tidak kalah pentingnya adalah Kemampuan kewirausahaan serta karakteristik individu yang memungkinkan pemuda dapat ikut ambil bagian dalam pembangunan,” tegasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER