PENDIDIKAN

Kemenag: Menjadi Doktor Adalah Kepentingan Kelembagaan

MONITOR, Jakarta – Menjadi doktor bagi para penerima beasiswa 5000 Doktor adalah tidak semata-mata kepentingan pribadi, tetapi juga kepentingan kelembagaan UIN, IAIN, STAIN dan PTKIS tempat pengabdian dan juga Kementerian Agama.

Pernyataan itu diungkapkan Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS), Ditjen Pendidikan Islam Ruchman Basori saat memberikan pembinaan peserta Program Beasiswa 5000 Doktor UIN Alauddin Makasar, pada Jumat (15/4) melalui zoom.

“Segera selesai dan kembali ke perguruan tingginya masing-masing untuk bersama-sama mengawal mutu dan transformasi kelembagaan”, pesan Ruchman dihadapan puluhan mahasiswa.

Alumni UIN walisongo ini juga berpesan agar mahasiswa Program Beasiswa 5000 Doktor Kementerian Agama menjadi bagian dari orang yang mendesiminasikan moderasi beragama kepada masyarakat. “Jaga pikiran dan perilaku baik di dunia nyata maupun maya tidak terjebak pada paham intleran, radikal apalagi extrim”, katanya.

Ruchman menambahkan kendatipun karena satu dan lain hal pada tahun 2020 dan 2021 tidak ada rekrutmen baru Program Beasiswa 5000 Doktor, untuk tahun 2022 akan dibuka lagi dengan skema anggaran Kemenag-LPDP.

Karenanya Ruchman meminta agar UIN Alauddin terus memperbaiki layanan mahasiswa besiswa 5000 Doktor Kemenag dengan menghasilkan doctor yang berkualitas juga moderat.

Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar Prof. Dr. H. M.Galib M., M.A mengatakan Pascasarjan berkomitmen mengawal mutu dan mendorong agar mahasiswa lulus tepat waktu 6 semester. “Jika ada masalah akademik dan layanan akademik akan kami selesaikan termasuk jika ada pembimbing yang sulit ditemui dan lain sebagainya”, tegasnya.

“Terimakasih Kemenag telah memberikan amanah program beasiswa 5000 Doktor kepada UIN Alauddin semoga kedepannya akan lebih baik lagi”, kata Ghalib.

Sekretaris Prodi Dirasat Islamiyah Dr. Abdurrahman Sakka melaporkan bahwa jumlah mahasiswa Program Beasiswa 5000 Doktor UIN Alauddin berjumlah 80 orang terdiri dari angkatan 2016: 16 orang, 1 orang belum lulus, 2017: 26 orang, 5 belum lulus, 2018: 23 orang 9 belum lulus dan mahasiswa 2019 berjumlah 15 orang. Memasuki semester terakhir (6) mereka sedang mulai menyusun desertasi.

Abdurrahman menambahkan rata-rata kelulusan di UIN Alauddin Makasar 80% dari total mahasiswa 80 orang dari mulai tahun 2016 hingga 2022.

Kegiatan pembinaan dihadiri oleh Ketua Program Studi Dirasat Islamiyah Dr. Amrah Muhammad Kasim, M.A, Kasubbag Akademik Kemahasiswaan, dan Alumni Asdarina, S.Ag dan sejumlah pejabat lainnya.

Recent Posts

Rektor UIN Jakarta Ajak Civitas Academica dan Publik Jaga Negeri

MONITOR, Jakarta - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, mengajak seluruh civitas academica…

1 jam yang lalu

Respons Tuntutan Publik, Delapan Fraksi Sepakat Evaluasi Tunjangan DPR

MONITOR, Jakarta - Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat yang menolak besarnya gaji…

4 jam yang lalu

Eko Patrio dan Uya Kuya Resmi Dinonaktifkan dari DPR

MONITOR, Jakarta - DPP Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi menonaktifkan Eko Hendro Purnomo alias…

6 jam yang lalu

GUSDURian Nilai Kapolri Gagal Bertanggung Jawab atas Kekerasan Aparat Terhadap Demonstran

MONITOR, Jakarta – Jaringan GUSDURian menilai Kapolri gagal bertanggung jawab atas berulangnya tindakan represif yang…

6 jam yang lalu

NasDem Berhentikan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI

MONITOR, Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem memutuskan untuk menon-aktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa urbach…

6 jam yang lalu

Redam Energi Kemarahan Massa, Pemerintah Diminta Lebih Aktif Libatkan Tokoh Agama

MONITOR, Jakarta - Mantan Aktivis 98, Arif Mirdjaja mengimbau agar pemerintah lebih aktif lagi melibatkan…

8 jam yang lalu