Aksi Demonstrasi Mahasiswa menolak RKUHP di Gedung DPR RI, Senin (23/9/2019)
MONITOR, Jakarta – Pemerintah dinilai telah mempermalukan Bangsa Indonesia di mata dunia atau internasional dengan adanya demonstrasi atau unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan oleh mahasiswa pada Senin (11/4/2022) kemarin.
Direktur Eksekutif Nahdliyin for World Civilization and Humanity, Kresna Mahzum mengungkapkan, bahwa unjuk rasa mahasiswa itu pastilah dipantau oleh media dalam negeri dan juga luar negeri, sehingga dunia pasti menyaksikannya.
“Kita ini kan sedang menjadi pantauan internasional ya, jadi sangat memprihatinkan ya. Karena walking group G20 ini sudah berjalan. Artinya, bahwa kelompok kerja G20 itu banyak diikuti oleh panitia lokal maupun internasional ini sudah berjalan, secara otomatis ini akan mempengaruhi kredibilitas Indonesia di mata internasional. Ya ini sangat memprihatinkan,” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/4/2022).
Mahzum menilai, unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan mahasiswa itu adalah akumulasi kekecewaan terhadap sikap pemerintah yang selalu saja melakukan hal-hal yang tidak produktif, salah satunya terkait wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.
“Bahkan kalau saya katakan bahwa rezim saat ini sudah menjatuhkan kredibilitas Bangsa Indonesia di mata internasional,” ujarnya.
Oleh karena itu, Mahzum pun meminta kepada pemerintah untuk berhenti melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kredibilitas Bangsa Indonesia di mata dunia, salah satunya terkait wacana perpanjangan masa jabatan presiden.
Mahzum menegaskan, pemerintah juga harus lebih peka dan mau mendengarkan masukan serta kritikan dari rakyat yang diwakili oleh para mahasiswa.
“Mahasiswa harus terus menggelorakan idealismenya, harus terus menjalankan fungsi kontrolnya terhadap kekuasaan,” katanya.
Mahzum pun menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa yang telah menggelar unjuk rasa tersebut. Sebab, menurut Mahzum, hal itu untuk perbaikan Indonesia ke depannya.
“Jadi dalam pandangan kami, adek-adek (mahasiswa) memang harus selalu memberikan kontrol terhadap jalannya Pemerintahan Indonesia. Ini sangat penting dan harus selalu dikedepankan nilai-nilai idealisme, dalam rangka apa? Supaya Indonesia ke depan ini akan menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Selain itu, Mahzum menambahkan, unjuk rasa mahasiswa tersebut juga sebagai langkah mengantisipasi rencana-rencana culas yang mungkin saja sudah dipersiapkan oleh oknum tak bertanggungjawab dalam wacana perpanjangan masa jabatan presiden.
“Apa yang dilakukan adek-adek mahasiswa ini merupakan antisipasi konflik yang harus dilakukan karena pengalaman bahwa yang sudah terjadi pada Omnibus Law kemarin praktis ada semacam skenario-skenario yang tersembunyi. Apa yang dilakukan oleh adek-adek mahasiswa kemarin ini merupakan langkah yang tepat,” ujarnya.
MONITOR, Jakarta - Sebanyak 725 dari 737 masjid dan musala yang terdampak banjir dan longsor…
MONITOR, Malang - Pemerintah melalui Danantara melaksanakan groundbreaking Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, dengan Kabupaten Malang,…
MONITOR, Jakarta - Sejumlah kementerian dan lembaga negara hari ini, Kamis (5/2/2026), berkumpul di Jakarta…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat pengawasan melekat terhadap petugas haji dalam…
MONITOR, Jakarta - Keputusan Presiden Prabowo Subianto menandatangani Piagam Board of Peace (BOP) dan membawa…
MONITOR, Lumajang - Dinamika menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lumajang kian…