Kamis, 8 Desember, 2022

Temukan Harga Minyak Goreng Melambung, Komisi VII Gelar Sidak

MONITOR, Jakarta – Pasca terjadi kelangkaan stok minyak goreng, kini publik dikejutkan dengan melambungnya harga minyak goreng di pasaran. Kenaikan harga ini terjadi usai pemerintah mencabut kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menduga, munculnya oknum-oknum tidak bertanggung jawab ini sengaja untuk membuat minyak goreng menjadi langka dan mahal.

Mengenai temuan ini, Eddy menyatakan pihaknya segera bergerak cepat turun ke lapangan untuk melihat langsung pembuatan dan pendistribusian minyak goreng langsung dari pabrik.

“Saya menduga ada yang tidak beres, untuk itu kita dari Komisi VII turun langsung melihat pembuatan dan pendistribusian minyak goreng untuk kita ketahui apa saja yang menjadi masalahnya,” ujar Eddy dalam keterangannya, Kamis (24/3/2022).

- Advertisement -

Sekretaris Jenderal DPP PAN ini menjelaskan, kenaikan harga minyak goreng telah terjadi sejak akhir 2021 dan sampai saat ini belum terselesaikan. Dimulai sejak November 2021, harga minyak goreng kemasan bermerek sempat naik hingga Rp24.000 per liter.

“Kelangkaan dan kenaikan harga ini disebabkan harga beli CPO yang meningkat. Kemudian masalah distribusi eceran ada dinamika harga. Dalam hal ini kami akan mendalami lebih lanjut lagi bagaimana kita mengambil sikap agar penyaluran minyak goreng ini menjadi merata dan harga yang lebih terjangkau,” terangnya.

Eddy pun berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan harga dari minyak goreng curah, tetapi minyak goreng yang memiliki kualitas lebih baik juga perlu mendapatkan tanggapan serius.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER