Kamis, 6 Oktober, 2022

Rokhmin Dahuri beberkan Strategi Pembangunan Waterfront City Kota Kendari di Musrenbang RKPD 2022

MONITOR, Kendari – Pemerintah Kota Kendari menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022 untuk program tahun 2023, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (22/3/2022).

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadi tahun 2023 merupakan masa transisi setelah berakhirnya masa jabatan pemerintahan periode 2017-2022. Dalam menjalankan pemerintahan, Pemerintah Kota Kendari mengacu pada Rencana Pembangunan Daerah (RPD) periode 2023-2026.

“Alhamdulillah tahun 2017-2022 ini sudah ada beberapa pondasi yang kami hadirkan, terkait dengan infrastruktur, pelayanan masyarakat khususnya terkait dengan sistem pelayanan publik kita sudah banyak mengalami perubahan mudah-mudahan ini bisa terus dikembangkan ke depan,” ucapnya.

Musrenbang RKPD yang diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut menghadirkan narasumber secara virtual yaitu Guru Besar IPB yang juga Mantan Menteri Perikan Prof. Rokhmin Dahuri yang mengulas tema Pengembangan Wilayah Pesisir Teluk Kendari Sebagai ‘Waterfront City’ Yang Ramah Lingkungan Untuk Peningkatan Daya Saing, Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Dan Kesejahteraan  Masyarakat Kota Kendari Secara Berkelanjutan.

- Advertisement -

Menurut Rokhmin Dahuri, sebagai pusat kawasan perkantoran (Gubernur, Walikota), industri, perdagangan, dan pariwisata, Kendari memiliki lokasi yang sangat strategis, dimana sekitar 85% transportasi komoditas dan produk yang keluar dan masuk Kota Kendari/Provinsi Sultra melalui Teluk Kendari.

“Baik-buruknya kualitas lingkungan, terutama kualitas perairan, Teluk Kendari mencerminkan status pembangunan berkelanjutan (sustainable development) Kota Kendari,” ujarnya.

“Sayangnya, Teluk Kendari sebagai sumber kemajuan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan belum dikembangkan secara optimal.  Alih-alih, kerusakan lingkungan dan kemiskinan justru makin menggejala,” tambahnya.

Prof Rokhmin menerangkan di negara-negara dan daerah Indonesia lain, Waterfront City menjadi pusat kemajuan dan kesejahteraan wilayah.  Contoh mancanegara: Singapura, Tokyo, S. Han Seoul, Sidney Harbor, Auckland, London Docklands, San Francisco Bay, Boston, dan Cape Town. Contoh Indonesia: Pantai Losari (Makassar), Manado, Kota Padang Pariaman, dan Kuta (Bali).

Adapun strategi Pembangunan Waterfront City, Teluk Kendari jelas Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu adalah dengan langkah-langkah: Pertama, RTRW Pesisir T. Kendari (garis pantai – 6 km ke hulu; dan garis pantai – 6 km ke tengah perairan teluk/laut) untuk: (1) Perkantoran; (2) pusat kota dan kawasan bisnis; (3) pemukiman; (4) industri manufakturing; (5) PPS. Kendari dan kawasan industri perikanan; (6) PPI Sodohoa dan kawasan industri perikanan dan pasar ikan; (7) pusat kuliner dan restoran; (8) destinasi pariwisata bahari (banana boat, glass bottom boat, water scooter, snorkling, diving, wisata mangrove, dll); (9) Mesjid Al-Alam; (10) jembatan T. Kendari, dan lain-lain.

Kedua, semua kegiatan ekonomi dan manusia diatas (butir-1) haruslah zero-waste dan zero-emission, dengan menggunakan: teknologi 3 R, ekonomi sirkular, energi terbarukan (seperti matahari, angin, dan biofuel), dan teknologi ramah lingkungan lainnya.

Ketiga, Semua kegiatan desain, konstruksi, dan modifikasi bentang alam (landscape) harus dikerjakan sesuai dengan kondisi, struktur, karakteristik, dan dinamika lingkungan alam setempat (design and construction with nature).

Keempat, Gerakan pembersihan T. Kendari dari sampah padat secara reguler (seminggu sekali) dan berkesinambungan. Kelima, Penghijauan di sekeliling T. Kendari dengan landscape yang indah, ikonik, dan menawan.

Keenam, Mencegah dan menurunkan laju sedimentasi, pencemaran, dan banjir ke T. Kendari, dengan melakukan: perbaikan Upland Management di sepanjang DAS yang bermuara ke T. Kendari.

Ketujuh, Pastikan bahwa pemilik dan/atau penikmat keuntungan ekonomi pembangunan waterfront city ini sebagian besar adalah masyarakat Kota Kendari. Kedelapan, Pengembangan kualitas SDM Kota Kendari. Kesembilan, Penciptaan iklim investasi, ease of doing business, dan kebijakan politik ekonomi kondusif.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER