PERTANIAN

Kementan Minta Petani Kenali Hama Jagung untuk Amankan Produksi

MONITOR, Karawang – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya memenuhi kebutuhan stok pangan diantaranya kebutuhan stok jagung nasional mengingat tingginya kebutuhan jagung. Hal ini sesuai dengan arahan presiden Joko Widodo kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin (SYL) untuk meningkatkan produktivitas jagung nasional agar mencapai target yang dibutuhkan bahkan melampauinya.

Banyak faktor yang mempengaruhi meningkatnya produktivitas jagung salah satunya adalah pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian hama penyakit harus sedari dini sehingga dapat meminimalisir kerugian para petani.

Nurnina Nonci, peneliti Balitsereal menjelaskan hama dapat menyerang jagung mulai dari awal pertumbuhan sampai dengan munculnya tongkol. Salah satu hama yang sering menyerang tanaman jagung adalah penggerek batang jagung.

“Hama ini menyerang batang, namun di lapangan dapat ditemukan telur penggerek ini pada umur 1-2 minggu. Serangan berat akibat penggerek batang jagung dapat menyebabkan kerusakan tanaman sampai 80%,” jelas Nurnina.

Selain penggerek batang jagung saat ini ada 3 penyakit utama yang menyerang pertanaman jagung di Indonesia yaitu bulai, karat daun dan hawar daun, ” ucap Amran Muis, peneliti utama Balitsereal.

Amran menambahkan bahwa penyakit baru akan muncul jika ada interaksi4 antara tanamannya, pathogen penyebab penyakit dan lingkungannya. Penyakit-penyakit utama yang menyerang tanaman jagung dapat menyebabkan kehilangan hasil sampai 100%.

Untuk mencegah gagal panen pengendalian OPT harus dilakukan secara tepat untuk mencegah kerusakan lingkungan, dan juga mengurangi gangguan kesehatan manusia

Di tempat terpisah Suwandi Direktur Jenderal Tanaman Pangan menyatakan sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kementan akan terus mendukung upaya dan kegiatan inovatif yang mendukung pengamanan produksi pangan dari gangguan OPT, guna mendukung pencapaian target produksi yang telah ditetapkan guna memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh rakyat di negeri ini.

“Pengendalian Hama Terpadu (PHT).diharapkan mampu menjawab tuntutan pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan produk pertanian dan juga kelestarian lingkungan hidup”, ungkapnya.

Recent Posts

Arus Balik, Jasa Marga Operasikan Jalur Fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Segmen Sadang-Setu

MONITOR, Sadang - Atas diskresi Kepolisian, untuk mengurai kepadatan lalu lintas arus balik dari arah…

3 jam yang lalu

Indonesia Tantang Dominasi Negara Maju di WTO, Bawa Agenda Keras di KTM ke-14 Kamerun

MONITOR, Jakarta – Indonesia tak lagi sekadar menjadi pengikut dalam percaturan perdagangan global. Dalam Konferensi Tingkat…

3 jam yang lalu

Perbedaan Idul Fitri 1447 H Picu Penolakan, SETARA Institute: Negara Wajib Lindungi Hak Beribadah Warga

MONITOR, Jakarta – SETARA Institute menegaskan bahwa negara wajib menjamin hak kebebasan beragama setiap warga negara,…

6 jam yang lalu

Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 52B dan Lakukan Buka Tutup Rest Area KM 62B Jalan Tol Jakarta-Cikampek

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendukung pemberlakuan sistem buka tutup Rest Area…

9 jam yang lalu

One Way Lokal KM 425–414 Diberlakukan, Arus Balik Tol Semarang Arah Jakarta Diurai

MONITOR, Semarang – Rekayasa lalu lintas berupa one way lokal diberlakukan di ruas Tol Semarang hingga…

10 jam yang lalu

Pemerintah Pastikan Stok BBM Lebaran 2026 Aman, Antrean di Sejumlah Daerah Mulai Terurai

MONITOR, Jakarta – Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional selama periode libur Lebaran 2026…

11 jam yang lalu