MEGAPOLITAN

Resmi Dilantik, Wakil Wali Kota Depok Harap ICMI Terus Bersinergi dengan Pemerintah

MONITOR, Depok – Pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kota Depok resmi dilantik oleh Ketua ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Barat, Muhammad Najib, di Hotel Savero Margonda Depok, Minggu, (20/03/2022).

ICMI Orda Kota Depok 2022-2027 terdiri dari Ketua Dewan Penasihat: Imam Budi Hartono, Ketua Dewan Pakar: Ahmad Dimyati Badruzzaman, dan Majelis Pengurus Daerah (MPD) di ketuai Sri Harjanto, dengan Wakil Ketua: Agus Dwi Cahyono, Suwanto, Aan Midad Arizza, dan Bactiar Firdaus.

Sebagai sekretaris umum adalah Nurhadi, dan Bendahara umum adalah Pujianto. Mereka akan menahkodai ICMI Orda Kota Depok hingga tahun 2027 mendatang.

Selain menetapkan ketua, dalam pelantikan tersebut juga menetapkan susunan kepengurusan yang antara lain dijabat Aries Subiantoro, Galih Pandekar, Abdul Hakim, Asep Suryana, Akhmad Budi Cahyono, Ahmad Fihri, Hani Noor lahi, Wijayanto, Dani Yanuar Eka Putra, Sidik Mulyono, M. Eng, dan Zubair Halim.

Tema yang diusung Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia adalah “Transformasi ICMI menuju Indonesia Emas 2045”.

Pelantikan ICMI Orda Depok kali ini, dihadiri oleh Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono. Hadir pula para tokoh dan pimpinan ormas Islam seperti MUI, PD Muhammadiyah, dan tokoh dari Nahdlatul Ulama.

Untuk diketahui, ICMI merupakan organisasi yang berasaskan Islam dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Dalam berorganisasi, ICMI memilikt 3 sifat yakni ke- Islaman dan ke-Indonesiaan, keilmuan, kepakaran, kecendekiawanan, dan kebudayaan, serta keterbukaan, kebebasan, kemandirian, dan kekeluargaan.

ICMI bertujuan mewujudkan tata kehidupan masyarakat madani yang diridhoi Allah Subhanahu Wata’ala dengan meningkatkan mutu keimanan dan ketaqwaan, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, kecendekiawanan dan peran serta cendekiawan muslim se-Indonesia.

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (IBH) yang juga sebagai Ketua Dewan Penasihat ICMI Orda Depok berharap, kehadiran ICMI dapat menjadi salah satu institusi yang memperkuat interaksi Islam sebagai kekuatan politik dengan birokrasi dan pembuat keputusan.

Selain itu, kehadiran ICMI Orda Kota Depok khususnya, mampu berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah kota Depok, serta berbagai elemen masyarakat dan organisasi masyarakat lainnya di kota Depok, dalam rangka memberi kontribusi positif bagi pembangunan kota Depok. Terutama dalam menghadapi 3 disrupsi belakangan ini, yaitu disrupsi teknologi, pandemi, dan
disrupsi melenial.

“Semoga dengan adanya ICMI, dengan adanya para cendikiawan muslim khususnya, dapat membentuk generasi muda yang cerdas, sehingga IPM (Indek Pembangunan Manusia) di Kota Depok semakin meningkat,” ungkapnya.

Recent Posts

Pasar Semakin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Kian Kompetitif

MONITOR, Jakarta - Industri mainan merupakan salah satu bagian dari sektor industri aneka yang memiliki…

8 jam yang lalu

Fahri Hamzah Usul Ambang Batas Parlemen 0 Persen

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang  (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah merespons soal usulan…

8 jam yang lalu

88 Perwira Dirotasi Kapolri Suyudi, IPW Soroti Potensi Gesekan Internal Polri

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti langkah cepat Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario…

11 jam yang lalu

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Jadi Panggung Peternak, Kementan Perkuat Genetik dan Produktivitas

MONITOR, Bogor – Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 bukan sekadar mencari sapi terbaik. Di…

16 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dorong Flobamorata Creative Expo Jadi Pintu Perluasan Pasar UMKM NTT

MONITOR, Kupang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong penyelenggaraan Flobamorata Creative Expo…

16 jam yang lalu

Kementan Perkuat Langkah Pemda dalam Pengendalian Penyakit Hewan di Gunungkidul

MONITOR, Gunungkidul — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat dukungan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul, Daerah…

1 hari yang lalu