Rabu, 29 Juni, 2022

Gus Hilmy Minta Publik Stop Berdebat Soal Logo Halal Indonesia

MONITOR, Yogyakarta – Anggota Majlis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sekaligusAnggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr. H. HilmyMuhammad, M.A. menyelenggarakan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI pada Ahad (20/03) siang. Diselenggarakan di Komplek Q PP Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, acara tersebut mengambiltema Jaminan Produk Halal Sebagai Upaya MenjagaKeharmonisan Hubungan Antarumat Beragama. 

Senator asal Yogyakarta tersebut mengharapkan masyarakatuntuk tidak lagi memperdebatkan logo halal yang diluncurkanoleh Kementerian Agama (Kemenag) belum lama ini.

“Logo sudah ditetapkan oleh pemerintah. Jadi ya, sudah. Tidakperlu lagi diperdebatkan. Tentang logo itu tidaklah substansial. Justru yang lebih penting kita cermati adalah bagaimana proses sertifikasi halal itu berlangsung dengan baik, dari sejak hulusampai hilir,” ujar Katib Syuriah PBNU tersebut.

Lebih lanjut, pria yang juga akrab disapa Gus Hilmy, mengharapkan masyarakat tidak terpancing jika ada orang yang mencemooh logo halal tersebut. Gus Hilmy pun menganalogikan bahwa orang yang hanya membicarakan soalbentuk dan person, berarti orang kecil. Sementara orang besarselalu bicara tentang ide. 

- Advertisement -

“Sudahi urusan logo. Mari kita cermati proses halalnya. Kita ajak UMKM yang belum mendapatkan label halal, jika perludidampingi dan didaftarkan,” ajar salah satu pengasuh PondokPesantren Al Munawwir Krapyak tersebut.

Terkait kehalalan produk, Gus Hilmy juga menyinggung inibahwa hal ini tidak hanya terkait makanan, tetapi juga banyakhal, termasuk bahan olahan makanan, obat, dan kosmetika. Di luar hal itu, Gus Hilmy juga menekankan kejujuran, baikkejujuran terkait proses mendapatkan seritifkatnya maupunkejujuran dalam pengajuan kehalalan produk dengan tidakmenyembungikan bahan-bahan produknya. Menurutnya, produsen yang memiliki produk tertentu harus mematuhi aturandengan tidak menyembunyikan bahan-bahan pembuatanproduknya sehingga dapat menipu konsumen muslim. Etika iniharus dijaga oleh produsen. Jika hal ini berjalan dengan baik, keharmonisan hubungan antarumat beragama akan selalu terjagadi Indonesia.

Sementara itu, Prof. Dr. Makhrus Munajat, SH. M. Hum. selakupembicara menyampaikan bahwa kehalalan itu harus utuh, baikdalam maupun luarnya. Bisa jadi dari barangnya halal, tetapicara mendapatkannya tidak halal. Pedagang roti bakar misalnya, kata Ketua Komisi Fatwa MUI DIY tersebut, memang terdapatlogo halal dalam bungkusnya, tetapi bagaimana dengantempatnya, margarin untuk mengoleh roti, kuasnya, dan lain sebagainya.

Selain itu, Dekan Fakultas Syariah UIN Sunan KalijagaYogyakarta tersebut juga menjelaskan mengapa jaminan halal dibutuhkan. “Mengapa air kemasan yang diminum butuh label halal? Padahal secara kasat mata terlihat jelas kehalalannya. Karena semua orang membutuhkan jaminan. Kenapa perlujaminan halal? Declare apa yang diminum jelas halalnya. Secarailmiah, dilakukan berbagai proses sehingga jaminan halal dankesehatannya terjamin,” ujarnya.

Penjelasan lebih detail disampaikan oleh Auditor Produk Halal MUI DIY, Dr. Hj. Fatma Zuhrotun Nisa. Menurutnya, bagiauditor, halal saja tidak cukup. Namun juga harus baik, bermutu, dan bergizi.

“Selain dipastikan halal, sebuah produk harus memenuhi unsurbaik, bermutu, dan bergizi atau yang disebut dengan Toyyib. Di antara yang diaudit adalah tempat masak. Apakah tempatmasaknya dekat dengan kamar mandi, kandang binatang, danlain sebagainya? Jadi tempat masaknya harus betul-betuldiperhatikan karena bisa menentukan hasil masakannya,” kata wanita yang juga salah satu pengasuh Pondok PesantrenKrapyak tersebut.

Di masyarakat kita, kata Hj. Fatma, banyak sekali terjadikesalahpahaman tentang kehalalan suatu makanan, yang cenderung dilihat dari asalnya. Ia mencontohkan ayam di sebuahrestoran, asalnya memang halal. Namun orang kerap kali tidakmau tahu bagaimana proses penyembelihan hinggapenyajiannya, atau bahkan bagaimana ayam itu didapatkan?

“Oleh sebab itu, diedukasi terkait produk halal ini perludimasifkan,” ujarnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER