Senin, 22 April, 2024

Dibantu BRIN, Anies Senang Sampah di Bantargebang Kini Terkelola

MONITOR, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengajak seluruh masyarakat untuk sadar dan bekerjasama mengatasi masalah sampah di Jakarta dan sekitarnya. Menurut Anies, ada sekitar 7000 tob sampah yang dikirim wilayah DKI Jakarta ke TPST Bantargebang setiap harinya.

Orang nomor satu di Jakart itu menemukan ketidakseimbangan jumlah antara penghasil sampah, dengan pengelola sampah. Walhasil, banyak sampah membeludak dan tidak terurai dengan baik.

Menurut Anies, pengelolaan sampah yang baik adalah program yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah di sumber dan pengelolaan fasilitas tempat pengolahan sampah akhir yang baik.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan groundbreaking fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant untuk mengolah sampah, baik sampah baru maupun sampah yang sudah terkumpul di TPST Bantargebang.

- Advertisement -

RDF merupakan teknologi pengolahan sampah menjadi energi biomassa yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi baru dan terbarukan (EBT). RDF Plant ini diproyeksikan bisa mengolah sampai 2.000 ton, rinciannya 1.000 ton sampah baru dan 1.000 ton sampah yang sudah ada di kawasan Bantargebang ini.

“Proyek ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi di hilir tentang pengelolaan sampah, mengurangi yang sudah dikirimkan ke TPST Bantargebang,” ujar Anies menjelaskan, Senin (21/2/2022).

Anies pun senang, ketika Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyerahkan aset Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih kepada Pemprov DKI Jakarta.

“Kami mengapresiasi pilot project antara BRIN dengan DKI Jakarta, sebuah pembangkit lisrik berbahan bakar sampah karya putra-putri terbaik bangsa,” ucapnya.

Mantan Mendikbud RI ini menegaskan, semua inovasi di TPST Bantargebang ini adalah solusi di hilir, perlu dibangun kesadaran bersama bahwa setiap hari masyarakat menghasilkan sampah.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER