Logo (Istimewa)
MONITOR, Jakarta – Hima Persis mengakui jika presiden threshold 20 persen memberikan dampak negatif pada iklim demokrasi Indonesia. Bahkan presiden threshold 20 persen dinilai kian menyuburkan oligarki.
Pasalnya, koalisi partai politik dianggap menjadi penentu dalam pencalonan calon presiden. Hal ini dianggap mengamputasi hak masyarakat untuk menentukan calon presiden yang diinginkan.
Para pimpinan partai politik saat ini juga terkesan tersandera oleh para pemilik modal. Sistem inilah yang pada akhirnya membelenggu iklim demokrasi di Indonesia. Lingkaran oligarki semakin kokoh mencengkramkan kuku-kukunya melalui UU pemilu ini.
“Dalam kajian panjang, kita sampai pada kesimpulan bahwa presiden treshold 20 persen ini pada akhirnya menghilangkan peran rakyat dalam perhelatan pesta demokrasi. Kehendak rakyat tidak lagi menjadi tuan dalam menentukan pilihan (pilpres). Rakyat pada akhirnya disodorkan calon pemimpin hasil negoisasi antar partai yang sering mengabaikan pertimbangan rakyat.” Sebut Ketua Umum PP. Hima Persis, Iqbal Dzilal dalam keteragan tertulis yang diterima MONITOR, Senin (21/8)
Hima Persis juga sedang mempersiapkan tim yang akan turut melayangkan gugatan pada UU tersebut. Kerjasama dengan Ormas Persis diharapkan dapat memperkuat itikad untuk mewujudkan yudicial review ke Mahkamah Konstitusi.
“Kita sedang memepersiapkan tim dan mematangkan bahan dalam upaya gugatan terhadap UU ini ke MK.” Tutup Iqbal.
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa terhadap korban insiden driver ojek…
MONITOR, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak sebagian besar permohonan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor…
MONITOR, Bogor - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui…
MONITOR, Jakarta - Analis intelijen, pertahanan dan keamanan, Dr. Ngasiman Djoyonegoro menyerukan semua pihak untuk…
MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi dan mewujudkan kemandirian industri nasional, Kementerian Perindustrian…
MONITOR, Jakarta - Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol), wafat dalam peristiwa demonstrasi di Jakarta.…