Kamis, Mei 26, 2022

Terus Lakukan Trobosan, Imigrasi Depok Tuai Apresiasi

MONITOR, Depok – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat mengapresiasi inovasi serta program Imigrasi Depok. Dari tahun ke tahun, seluruh jajaran SDM nya terus berkomitmen meningkatkan pelayanan publik melalui berbagai terobosan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Devisi (Kadiv) Kemigrasian Kantor Wilayah Kemenkum HAM Jabar, Heru Tjondro pada Peringatan Hari Bhakti Imigrasi Ke 72 tahun 2022 dengan tajuk “Bangkitnya Pelayanan, Revitalisasi Penegakan Hukum dan Keamanan untuk Negeri”.

“Imigrasi itu salah satu tugasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di Depok implementasi dari pelaksanaan bagaimana pelayanan publik selalu ditingkatkan, terlihat jelas,” kata Heru di Kantor Imigrasi Depok, Kamis (27/01/2022).

“Termasuk kanim-kanim lainnya di Jawa Barat. Pelayanan dan inovasinya selalu meningkat,” kata Heru.

- Advertisement -

Dijelaslan Heru, tolok ukur keberhasilan pelayanan kanim bisa dilihat dari sejumlah aspek. Di antaranya pencapaian predikat wilayah bebas dari korupsi.

“Jadi pembangunan zona interegritas menuju kbbm mendapatkan predikat WBK di tahun ini,” jelasnya.

Selanjutnya adalah kenaikan kelas yang sebelumnya kelas II jadi kelas I. Artinya jadi sejajar Kanim Bekasi, Karawang, Depok, Bogor.

“Peningkatannya terlihat signifikan. Jadi nanti otomatis dari sisi SDM bertambah karena struktur bertambah dan ini pun harus dibarengi dengan pengawasan bagi orang asing khususnya yang ada di Depok,” ungkap dia.

Heru berpesan agar pelayanan dan pengawasan harus sejalan.

“Karena apabila pengawasan yang dilakukan imigrasi larinya akan ke penegakan hukum, penegakan hukum nanti otomatis larinya ke keamanan, mungkin itulah tema bangkitnya pelayanan, revitalisasi penegakan hukum dan keamanan untuk negeri ini di tahun ini,” beber Heru.

Terkait meningkatnya status dari kelas 2 ke kelas 1, Kepala Kanim Depok Fahrul Novry Azman berkomitmen jika pihaknya terus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Menyambung pernyatan Bapak Kanwil, mengutip pernyataan menteri juga, 72 tahun sudah cukup matang, sudah cukup dewasa artinya memang sudah saatnya kita moving forward artinya berbenah dari segala aspek,” kata Fahrul.

Termasuk, kata dia, meninggalkan kebiasaan yang lalu dan melangkah ke depan, menggunakan strategi-strategi juga baru. Utamanya memberikan pelayanan masyarakat.

“Artinya jangan hanya mengedepankan pelayanannya saja, tapi fokus juga pengawasan penegakan hukumnya jadi bisa berjalan beriringan,” ungkapnya.

“Terkait kenaikan kelas harapan saya kedepan kita bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat kota Depok,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER