Minggu, Mei 29, 2022

Jokowi: Impor Elpiji Kita Setiap Tahun Sangat Besar

MONITOR, Muara Enim – Presiden Joko Widodo menghadiri groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, Senin (24/1/2022) siang ini.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menjelaskan setiap tahunnya impor elpiji nasional sangat besar jumlahnya. Dipastikan, hampir mencapai Rp80-an triliun dari total kebutuhan Rp100-an triliun.

“Itu pun harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena harganya juga sudah tinggi. Subsidinya antara Rp60 sampai Rp70 triliun,” kata Jokowi di lokasi groundbreaking.

Proyek hilirisasi batu bara ini, dikatakan Jokowi, akan mengubah enam juta ton batu bara menjadi 1,4 juta ton DME setiap tahunnya. Proyek ini merupakan kerja sama antara PT Bukit Asam, PT Pertamina, dan investor asal Amerika Serikat, Air Products.

- Advertisement -

“Seharusnya impor elpiji ini bisa kita tekan karena kita memiliki bahan bakunya yaitu batu bara yang diubah menjadi DME yang mirip dengan elpiji. Jika proyek ini telah berproduksi, maka berpotensi mengurangi subsidi APBN hingga Rp7 triliun,” terang Jokowi optimis.

Diketahui, untuk saat ini proyek hilirasi batu bara menjadi DME juga akan membuka 11-12 ribu lapangan pekerjaan. Jika ada lima investasi yang serupa, maka berpotensi menciptakan sekitar 70 ribu lapangan pekerjaan secara langsung.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER