KALIMANTAN

Kalbar Siap Sinergi Dukung Tanam Empat Kali Menuju Swasembada Pangan

MONITOR, Jakarta – Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian untuk terus menggenjot produksi pangan nasional menuju swasembada berkelanjutan yang pencanangannya pada Bulan Agustus 2022, luas tanam komoditas ,Padi Jagung, Kedelai perlu ditingkatkan di masing-masing provinsi/kabupaten. Untuk dapat mencapai target luas tanam tersebut, Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melaksanakan rapat koordinasi bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi beserta jajaran Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura se-Kabupaten/Kota Kalimantan Barat.

Dalam arahannya, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan beberapa tantangan yang musti dilaksanakan di tahun 2022 ini, diantaranya peningkatan produksi berdasarkan angka BPS (minimal 6 ton/hektar), swasembada pangan, perubahan pola pikir petani agar mulai melakukan penghematan aplikasi pupuk/pestisida kimiawi dan menggantikan dengan pupuk hayati/agens pengendali hayati agar dapat mengembalikan kesuburan tanah.

“Kalimantan Barat harus berani melakukan terobosan besar untuk menghadapi tantangan tadi, salah satunya melalui IP 400 dengan menanam 4 kali setahun, perlu dioptimalkan dukungan dari semua kabupaten/kota”, tegas Suwandi.

Pada kesempatan yang sama, Mohammad Takdir Mulyadi, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan menambahkan agar target percepatan tanam dan IP 400 dapat terlaksana, perlu disiapkan langkah-langkah percepatan tanam dan mengantispasi dampak perubahan iklim. ”Konstribusi dari masing-masing Kabupaten/Kota sangat dibutuhkan untuk mencapai target percepatan tanam dan upaya antisipasi perubahan iklim”, tandas Takdir.

Hal ini diamini oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian TPH, bahwa tantangan bagi semua pihak saat ini adalah produktivitas Kalbar yang masih sangat kecil hanya mencapai 3,03. Tahun ini Kalbar akan mencoba IP400 seluas 1100 ha. Untuk itu Kalbar siap mengaplikasikan semua teknologi budidaya tanaman pangan dalam rangka mendukung upaya peningkatan provitas serta swasembada pangan. “Musti menyatukan persepsi untuk sama-sama bergerak maju, perlu ekstra kekuatan, dengan menggerakkan IP400 secara masif dan bersinergi dengan semua pihak maka tantangan bisa terlaksana”, tambah Kabid TP yang biasa disapa Donny.

Ketua Tim Supervisi Pendampingan Program Kementerian Pertanian Provinsi Kalbar yang juga sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman, Priatna Sasmita turut menyampaikan langkah-langkah percepatan target luas tanam dan mendukung IP 400. Selain mengoptimalkan tanam padi di hampir semua kabupaten periode Januari-Maret karena curah hujan masih normal perlu rekayasa budidaya tanaman terkait pemanfaatan waktu yang sangat ketat, jadi musti menyiapkan persemaian sebelum panen untuk tanam berikutnya.

“Untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim di kabupaten yang sering tergenang banjir sebaiknya menggunakan varietas yang adaptif terhadap genangan contohnya Inpari 30” tambah Priatna.
Yuliana Yulinda, Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Kalbar ikut menambahkan dukungan jajaran BPTPH dalam mengamankan target percepatan tanam dan IP 400.

“Kami siap mengawal pertanaman melalui pengamatan intensif, penguatan fungsi Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) untuk mendukung desiminasi teknologi pengendalian ramah lingkungan, meningkatkan koordinasi intensif dengan dengan instansi terkait, dan meningkatkan kewaspadaan serta tanggap bencana akibat dampak perubahan iklim”, tandas Yuliana.

Dengan sinergisme dari semua pihak terkait di Provinsi Kalbar diharapkan kegiatan pertanaman 4 kali setahun, target peningkatan produksi tanaman pangan, dan swasembada pangan dapat tercapai.

Recent Posts

Kebuntuan Arah Pembangunan Indonesia di Tengah Distorsi Program Populis dan Keterpurukan Moneter

Oleh:Ramadhan, M.A.(Ketua PB PMII Bidang Ekonomi dan Investasi) Pemerintahan era baru selalu datang dengan janji…

9 jam yang lalu

Benarkah Hantavirus Bisa Jadi Pandemi Baru? Ahli Epidemiologi UIN Jakarta Beri Penjelasan dan Imbauan Penting

MONITOR, Ciputat – Kemunculan informasi mengenai Hantavirus yang ramai diperbincangkan di media sosial memunculkan kekhawatiran…

9 jam yang lalu

55 Juta Peserta BPJS Tak Aktif, Komisi IX DPR Minta Tunggakan Iuran Rakyat Miskin Segera Diputihkan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti pengelolaan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan…

12 jam yang lalu

UU Polri Atur Penguatan Peran Kompolnas, Legislator: Dukung Pengawasan Eksternal Bagi Kepolisian

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah meyakini Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas…

12 jam yang lalu

Komisi XI DPR: UU P2SK yang Baru Perkuat Tata Keuangan RI di Tengah Kemajuan Zaman

MONITOR, Jakarta - DPR RI telah mengesahkan Revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan…

12 jam yang lalu

Warga Sangihe Terisolasi Akibat Gempa Dahsyat di Sulut, Puan Dorong Ketangguhan Bencana di Pulau Terluar

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah segera menjangkau masyarakat terdampak gempa…

12 jam yang lalu