Minggu, 23 Januari, 2022

APKLI: Kembalinya Pedagang Kaki Lima Tanda Ekonomi Telah Pulih

MONITOR, Jakarta – Bayang-bayang Varian Omicron tidak menurunkan semangat para pedagang kaki lima yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) untuk segera bangkit. Kembalinya pedagang kaki lima adalah pertanda bahwa ekonomi masyarakat telah mulai pulih setelah selama dua tahun terdampak pandemi Covid-19.

Demikian, disampaikan oleh Ketua Harian DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Hery Haryanto Azumi dalam upacara pengukuhan oleh Ketua Umum DPP APKLI, dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed yang diselenggarakan di Situ Pedongkelan Jakarta Timur, Rabu (12/01/2022).

“Peran pedagang kaki lima sangat strategis dalam perekonomian nasional karena merupakan selling force yang memiliki resiliensi yang sangat kuat dalam menghadapi berbagai badai krisis ekonomi yang pernah terjadi di Indonesia”, jelas Hery.

“Pedagang kaki lima adalah pilar utama perekonomian rakyat, jadi ketika sudah kembali muncul maka berarti ekonomi rakyat telah kembali pulih,” tambahnya.

- Advertisement -

Menurut Hery, Pemerintahan Joko Widodo – Maruf Amin memiliki perhatian serius terhadap kebangkitan ekonomi rakyat pasca Covid-19. Momentum ini harus betul-betul dimanfaatkan untuk meningkatkan pembinaan kualitas pedagang kaki lima seluruh Indonesia. Berbagai program yang telah diluncurkan untuk membangkitkan ekonomi rakyat kecil juga harus dapat diakses secara langsung oleh pihak-pihak yang membutuhkan.

“Bantuan permodalan langsung maupun skema kredit lunak untuk kalangan UMKM harus betul-betul tepat sasaran agar program pemulihan ekonomi nasional berarti juga kebangkitan ekonomi rakyat”, tutur mantan Wasekjend PBNU ini.

“Untuk itu APKLI siap membantu Pemerintah agar penyaluran bantuan dan kredit tersebut tepat sasaran sehingga dapat mempercepat program pemulihan ekonomi nasional”.

Kebangkitan ekonomi rakyat ini selaras dengan kesepakatan para pemimpin dunia untuk mengusung Green Economy yang menekankan pembangunan ekonomi pada pilar manusia (people), lingkungan (planet) dan kesejahteraan umum (prosperity). Pembangunan ekonomi yang meletakkan akumulasi ekonomi pada segelintir kelompok tertentu sudah menjadi model yang usang (out of date).

Untuk itu, lanjut pria yang akrab disebut Mas Hery ini, para stakeholders ekonomi kerakyatan di Indonesia harus bersatu dan berkolaborasi untuk mengoptimalkan momentum yang ada melalui pembinaan selling force ini dan membangun ekosistem ekonomi yang mendukung.

Pembinaan tersebut dilakukan dengan memperkuat organisasi pedagang kaki lima sehingga menjadi selling force yang efektif dan eksistensinya betul-betul diperhitungkan.

Sementara itu, pembangunan ekosistem yang mendukung kebangkitan ekonomi rakyat harus komprehensif mulai dari mindset kebijakan yang mengarusutamakan dan ramah kepada para pelaku ekonomi rakyat sampai proses pendampingan sehingga menjadi tuan di negeri sendiri. Salah satunya adalah melalui pembangunan platform digital untuk membantu proses transformasi gradual sesuai dengan perkembangan zaman.

“Pembangunan ekosistem ekonomi rakyat ini harus menjadi mimpi dan aksi para pemimpin Indonesia tanpa kecuali, baik pemerintahan maupun swasta, karena sejatinya ekonomi rakyat tidak terpisah dari ekonomi nasional”.

“Para pedagang kaki lima adalah bagian dari rantai pasok (supply chain) ekonomi nasional yang telah memiliki akar dalam sistem distribusi yang telah berumur lama”, tegas Hery.

Pendiri Forum Satu Bangsa ini yakin APKLI akan mampu mempercepat integrasi dan inklusi pedagang kaki lima.

“Kami akan mendatangi dan mengajak seluruh stakeholders untuk menjadi Sahabat Pedagang Kaki Lima”. pungkas Hery.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER