Minggu, 23 Januari, 2022

Berdayakan Perempuan, Yayasan Amirah Dirikan Sanggar dan Toko Kue Tradisional Bugis

MONITOR, Makassar – Yayasan Amirah menggelar kegiatan Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi Produktif berupa pembuatan sanggar dan pembuatan toko kue tradisional di Makassar. Kegiatan yang digelar pada Jumat, 31 Desember 2021 ini merupakan bentuk sinergi antara Yayasan Amirah dengan Kementerian Sosial, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial.

Ketua Yayasan Amirah Musdalifah Yakkob menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jiwa kreatifitas seni budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat. Selain itu, ia menjelaskan program ini menjadi wadah penguatan ekonomi produktif untuk menunjang pemberdayaan, kemandirian dan kebermaknaan hidup kalangan perempuan.

“Ada dua kegiatan yang sudah dilakukan Yayasan Amirah bersama Kemensos, pertama program kearifan lokal dengan membentuk sanggar seni, kami merintis pembentukan sanggar perempuan dan anak Amirah, lalu memenuhi kebutuhan sanggar berupa alat musik dan pakaian sanggar dan meresmikan keberadaan sanggar,” jelas Musdalifah Yakkob di lokasi.

Program kedua yakni penguatan ekonomi produktif. Musdalifah menjelaskan program ini direalisasikan dalam bentuk pembuatan toko kue tradisional mulai dari merintis pembuatan toko kue tradisonal dengan memberdayakan perempuan pra sejahtera dan Perempuan kepala keluarga yang menjadi binaan Yayasan Amirah.

- Advertisement -

“Kami juga memperadakan kebutuhan toko kue tradisional seperti kompor, panci, lemari etalase, meja, kursi dan kulkas. Selanjutnya kami meresmikan keberadaan toko kue tradisional AMIRAH,” terangnya.

Sementara itu, penanggungjawab program Sri Pratiwi mengatakan keberadaan kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan kreatifitas kearifan lokal dan peningkatan ekonomi produktif masyarakat kota Makassar khususnya perempuan dan anak. Perempuan yang akrab disapa Tiwi ini menjelaskan, melalui keberadaan toko kue tradisional Bugis Makassar ini, masyarakat khususnya perempuan dapat lebih diberdayakan dan mandiri.

Lebih jauh Tiwi berharap kegiatan ini juga bisa meningkatkan pemahaman tentang pentingnya melestarikan seni dan budaya lokal untuk kemajuan daerah dan bangsa khususnya di Kota Makassar, serta upaya melestarikan budaya Bugis Makassar melalui Pembuatan sanggar seni khususnya pada anak sebagai generasi masa depan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kemensos yang telah membantu terlaksananya program ini. Harapan kami dengan perintisan sanggar perempuan dan anak “Amirah” dan pembuatan toko kue tradisonal”, melalui bantuan Program Kementerian Sosial Republik Indonesia, ini Yayasan Amirah dapat berkonstribusi riil dalam pemberdayaan ekonomi perempuan dan menghadirkan kecintaan masyarakat khususnya perempuan dan anak pada seni budaya lokal dan melestarikan makanan tradisonal Bugis- Makassar,” tutur Tiwi.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil Sensus Penduduk (SP) 2020, jumlah penduduk di Sulawesi Selatan sebanyak 9,07 juta jiwa pada tahun lalu. Rata-rata laju pertumbuhan penduduknya selama satu dekade terakhir sebesar 1,18%. Penduduk Sulawesi Selatan paling banyak ada di Kota Makassar, yakni 1,42 juta jiwa.

Dengan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, maka berdampak pada tingkat ekonomi masyarakat dan tingkat kesejahteraan tidak merata, begitupula pemerataan akses hasil pembangunan, pendidikan, akses pemanfaatan waktu luang dan seni budaya semakin terbatas.

Apalagi ditengah modernitas dan kemajuan pembangunan fisik kota maupun dalam kehidupan sosial budaya masyarakat, sejumlah dampak buruk kerap terjadi mulai dari kasus kekerasan dan kriminalitas dalam berbagai bentuk seperti pencurian, perkelahian, pembunuhan, perampokan, tawuran, perang antar geng, atau kenakalan remaja.

Puncaknya yakni aksi bom bunuh diri dan berbagai tindakan radikalisme dan terorisme menjadi wajah buram dibalik potret kemajuan Kota Makassar yang merupakan dampak negatif dan anomali cita-cita sebuah tatanan hidup kota modern.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER