Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar, Dyah Roro Esti
MONITOR, Jakarta – Rencana penghapusan BBM premium dan pertalite menduai dukungan dari Anggota Komisi VII DPR, Dyah Roro Esti. Legislator muda dari Fraksi Golkar ini menilai sudah saatnya Indonesia menggunakan standar BBM Euro 4.
Menurut Roro, BBM jenis Euro 4 sangat baik untuk mesin juga lingkungan. Namun Roro menambahkan, BBM jenis premium dan pertalite boleh dihapuskan asalkan tidak menambah beban masyarakat.
“Pada prinsipnya saya setuju, dengan beberapa catatan sebagai berikut, pertama tidak menambahkan beban masyarakat di masa sulit seperti ini,” tutur Roro dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/12/2021).
Legislator dapil Gresik-Lamongan ini menyatakan langkah penghapusan BBM premium dan pertalite membutuhkan proses transisi. Bahkan kebijakan ini harus disosialisasikan secara masif kepada masyarakat luas agar tersampaikan tujuannya.
“Di hapusnya BBM pertalite/premium tidak bisa di lakukan begitu saja. Perlu proses transisi yang saya ketahui sudah merupakan rencana Pertamina kedepannya,” terang Roro.
“Sosialisasi kepada masyarakat perlu di lakukan secara masif menggunakan media konvensional hingga medsos dengan cara penyampaian yang gampang di cerna,” sambungnya lagi.
Sebagaimana diketahui, Pertalite hingga kini menjadi pilihan masyarakat karena kualitasnya yang lebih baik dengan harga yang terjangkau.
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar melakukan safari ke sejumlah pesantren di Jawa Timur.…
MONITOR, Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah memastikan proses pemulangan jemaah umrah…
MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, memaparkan lima arah kebijakan…
MONITOR, Jakarta - Eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran semakin memicu…
MONITOR, Lumajang - Momen Ramadhan 1447 H, kolaborasi lintas sektor antara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP)…