POLITIK

Sindir Pidato Giring, Rekan Indonesia: Mirip Orator Unjuk Rasa

MONITOR, Jakarta – Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia menyindir pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha diacara HUT ke-17 PSI. Ketua Nasional Rekan Indonesia, Agung Nugroho, menyebut pidato Giring tersebut mirip seorang orator unjuk rasa ketimbang sambutan ketua umum partai politik (parpol).

“Saya melihatnya pidato Giring tidak mencerminkan, kalau dia sebagai ketua parpol, tapi mirip orator unjuk rasa yang cuma teriak-teriak menghujat, tanpa memiliki isi dan wawasan yang bisa direnungkan dan dipahami oleh anak muda,” sindir Agung kepada wartawan, Minggu (26/12).

Menurut Agung, seharusnya ketua umum parpol dalam berpidato berisi tentang situasi politik nasional serta apa yang harus dilakukan untuk menyikapi situasi politik nasional saat ini dan memberikan solusi darimana bangsa ini memulai untuk menyikapi situasi politik nasional tersebut.

“Jelas jauh dari ilmiah sambutan Giring itu, mungkin karena baru belajar berpolitik dan memimpin partai, jadi masih belum bisa membedakan mana orasi dan mana sambutan,” tegasnya.

Agung menambahkan, sebagai seorang ketua umum parpol, seharusnya Giring juga menguasai data. Sehingga dalam sambutannya meski melakukan kritik tapi kritik yang ilmiah dengan adanya paparan data.

“Ini kan jadi seperti sekedar cari sensasi dengan melontarkan statement opini dan melempar persepsi,” ungkapnya.

Diketahui, dalam pidatonya Giring mengatakan, bangsa ini tak akan maju dan akan terancam jika sosok yang menggantikan Pak Jokowi adalah sosok yang punya rekam jejak menggunakan isu SARA dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam Pilkada,” kata Giring, dalam sambutannya yang digelar secara virtual, Rabu (22/12).

Giring menyebut Indonesia akan menjadi suram jika dipimpin oleh seorang pembohong. Dia memberikan kode orang yang dimaksud itu adalah menteri yang dipecat Presiden Joko Widodo.

“Indonesia akan suram jika yang terpilih kelak adalah seorang pembohong dan juga pernah dipecat oleh Pak Jokowi karena tidak becus bekerja,” kata Giring.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

5 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

8 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

9 jam yang lalu

Peternak NTB Tak Sendiri, Kementan Bersama Pemda Perkuat Perlindungan Ternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…

10 jam yang lalu

KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…

11 jam yang lalu

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…

13 jam yang lalu