MEGAPOLITAN

Politisi PDIP Cium Aroma KKN dalam Pemberian Dana Hibah APBD 2022

MONITOR, Jakarta – Dana hibah dalam APBD 2022 DKI Jakarta, sedang menjadi sorotan. Menyusul adanya kabar dana hibah tersebut banyak disalurkan untuk keluarga pejabat hingga akhirnya memunculkan isu Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak, mengatakan aroma KKN pemberian dana hibah tersebut sudah terlihat, diantaranya pemberian dana hibah yang diduga untuk yayasan yang dikelola istri gubernur sebagai Bunda PAUD Rp 63 miliar, yayasan yang diduga dikelola Ayah Wagub Rp 480 juta dan yayasan yang diduga oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rp 900 juta.

“Muncul juga pasukan siber sebagai bentuk umpan balik yang berbau KKN dan pembelaan lainnya kepada program Gubernur dan Wakil Gubernur tanpa memperdulikan kepentingan masyarakat,” ujar Gilbert dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (27/11).

Menurut Gilbert, dana hibah tersebut sesungguhnya milik rakyat yang harusnya diprioritaskan untuk kepentingan rakyat.

“Apabila melihat gubernur dan wakil gubernur sebelumnya itu terlihat menjauhi KKN dan pro rakyat tapi gubernur dan wakil gubernur saat ini terkesan menunjukkan dan melakukan secara aktif KKN,” tegasnya.

Lanjut Gilbert, ini menunjukan praktik KKN itu nyatanya tidak dapat hilang sepenuhnya sebagaimana tuntutan reformasi kala itu, bahwa bentuk KKN tidak selalu berada di ruang hitam putih, sering juga berada diruang abu-abu yang hanya dirasakan oleh mereka yang memiliki hati yang bening.

“Disini yang berbicara adalah kepatutan, dan kepantasan. Dalam perguruan tinggi, seorang dosen sangat menghindari yang namanya moral hazard, dan batasannya adalah kesadaran,” katanya.

Gilbert juga mengatakan, sepertinya semangat reformasi masih harus dibangkitkan lagi sekarang ini, melihat maraknya KKN yang menghilangkan meritokrasi dan hanya akan mengorbankan rakyat dan negara.

Recent Posts

Dari Timah ke Kopi Liberika, Harapan Baru Ekonomi Masyarakat Bangka Belitung

MONITOR, Bangka – Sejarah Pulau Bangka tidak dapat dipisahkan dari timah. Sejak masa kolonial, komoditas…

12 jam yang lalu

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi

MONITOR, Aceh Selatan - Ribuan warga dari sejumlah gampong terdampak berkumpul di Masjid Jami' Al…

13 jam yang lalu

Hari Kemerdekaan: Masihkah Dua Puluh Persen untuk Pendidikan

Maria Ulfa(Dosen Ilmu Susastra, Prodi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)…

14 jam yang lalu

Pesta Rakyat HUT Ke-81 RI di Monas Jadi Panggung Perkuatan Ekonomi UMKM

MONITOR, Jakarta — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimeriahkan salah satunya…

2 hari yang lalu

Respon Pidato Prabowo, Prof Rokhmin: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berujung pada Lapangan Kerja dan Kesejahteraan

MONITOR, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi dan berbagai capaian pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Standar Layanan Publik bagi Pengusaha UMKM

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat standar pelayanan publik untuk…

2 hari yang lalu