Selasa, 7 Desember, 2021

Di Jakarta, Ribuan Sekolah Sudah Jalani PTM Terbatas

MONITOR, Jakarta – Di Jakarta tercatat, sebanyak 8.874 sekolah dari jenjang PAUD sampai SMA/SMK telah mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sejak Senin (15/11/2021) lalu. Para siswa menjalani PTM selama tiga hari dalam sepekan dengan durasi 3-5 jam.

Kepala Seksi Kelembagaan Bidang Sekolah Dasar (SD) dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) pada Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Agus Asikin mengatakan, PTM terbatas karena tidak diikuti seluruh pelajar secara langsung. Disdik menerapkan pembelajaran campuran (blended learning), yaitu 50 persen pendidik dan peserta didik beraktivitas di sekolah, dan 50 persen lagi melalui Virtual.

“Dibatasi juga waktu belajarnya, hanya tiga hari dalam satu minggu, yaitu hari Senin, Rabu dan Jumat. Kemudian hanya pelajaran yang esensial saja yang memang sulit dilakukan secara daring,” kata Agus saat webinar berjudul ‘Evaluasi PTM SD dan SLB Negeri-Swasta di Jakarta’ yang dikutip dari YouTube JakDisdikTV, pada Selasa (23/11/2021).

Dipaparkannya, total satuan pendidikan di Jakarta mengacu pada data pokok pendidikan (dapodik) yang lama mencapai 8.874 unit. Angka tersebut tercatat dari jenjang PAUD sampai SMA/SMK, dengan rincian 2.118 sekolah berstatus negeri dan 6.756 berstatus swasta.

- Advertisement -

“Kalau kami khususnya di SD dan SLB. Sekarang ini jumlah SD dari dapodik yang lama itu ada 1.448 satuan pendidikan, dan dengan adanya regrouping kurang lebih 141 jumlah SD sekarang menjadi 1.307 untuk negeri,” ujar Agus.

Sementara untuk SD swasta di Jakarta, kata Agus, mencapai 926 unit, sedangkan jumlah SLB Negeri ada 13 unit dan SLB swasta ada 76 unit. Kata dia, seluruh sekolah itu telah mengikuti PTM terbatas dengan prokes pencegahan Covid-19 yang ketat.

Adapun uji coba PTM terbatas telah dilakukan Disdik DKI sejak April silam, dan pada 15 November lalu merupakan pelaksanaan PTM tahap ke enam. Seluruh sekolah itu dapat melaksanakan PTM karena telah telah lolos serangkaian tahapan untuk melaksanakan PTM.

Pertama, sekolah harus dilakukan asesmen untuk mengetahui kesiapan sekolah dan kesiapan penelitian tinakan kelas (PTK). Kedua, pelatihan pembelajaran campuran bagi sekolah yang diikuti kepala sekolah, guru, orangtua dan siswa.

Ketiga, verifikasi kondisi dan kesiapan sekolah oleh para Kasi Sudin dan Pengawas. Keempat, dilakukan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga pendidikan, kelima dilakukan vaksinasi bagi peserta didik usia 12-17 tahun, keenam ada izin atau persetujuan orangtua dan terakhir, koordinasi dengan fasilitas kesehatan.

“Alhamdulillah sudah semuanya 100 persen yang direkomendasikan, karena ada yang tidak direkomendasikan seperti sekolah itu sedang direnovasi total sehingga tidak mungkin ada PTM di sana,” imbuhnya.

“Kemudian ada yang belum mendapat izin operasional, juga belum direkomendasikan. Tapi seluruhnya secara umum sudah melaksanakan PTM dengan melalui berbagai tahapan,” lanjutnya.

Dia menambahkan, ada beberapa pertimbangan Disdik melaksanakan PTM terbatas. Namun yang paling utama karena adanya dorongan dari para orangtua agar pemerintah menggelar PTM.

Atas dasar itulah, Disdik menyiapkan sekolah untuk melaksanakan PTM terbatas dengan penuh kehati-hatian. Disdik juga meyiapkan sekolah untuk dapat menyiapkan PTM terbatas dengan strategi pembelajaran campuran (50 persen offline dan 50 persen online), infrastruktur dan protokol kesehatan.

“Kami merespon permintaan orangtua dengan seksama dan penuh perhitungan serta kajian-kajian. Kami tidak mau gegabah, dengan adanya PTM ini bisa terjadi klaster-klaster baru penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana mengungkapkan, PTM terbatas menjadi solusi yang harus disikapi untuk mengatasi persoalah krisis pembelajaran. Nahdiana menyadari, saat ini para pelajar mengalami kehilangan pengetahuan dan ketrampilan (learning loss) akibat pandemi Covid-19.

“Karena itu, Disdik berupaya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi peserta didik. Kami juga sudah keluarkan Surat Edaran Nomor 33 tahun 2020 tentang pembelajaran bermakna dan menyenangkan, dengan harapan PTM dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER