Rabu, 1 Desember, 2021

Formula E Didukung Jokowi, Fraksi Golkar: Interpelasi Gagal Total

MONITOR, Jakarta – Sinyal dukungan terhadap terselenggaranya Formula E oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) disambut gembira oleh beberapa anggota DPRD DKI, terutama anggota dewan dari tujuh fraksi yang menolak jalannya hak interpelasi. Ya, salah satunya yakni Fraksi Golkar.

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, sesumbar interpelasi Formula E yang digulirkan oleh 33 anggota dewan dari Fraksi PDIP dan PSI sudah dipastikan tidak akan pernah terealisasi.

“Semuanya jelas sekarang. Formula E tetap berjalan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, karena presiden juga ngomong Formula E akan jalan. Kalau tidak jalan maka akan jadi temuan malah,” ujar Baco, kepada wartawan, Senin (15/11/2021).

Dengan adanya sinyal dukungan dari Jokowi tersebut, dikatakan Sekretaris Golkar DKI ini, interpelasi yang disuarakan PDIP gagal total.

- Advertisement -

“Interpelasi sudah gagal total, sudah nggak mungkin bisa diteruskan. Itu sih iseng-iseng berhadiah saja,” sindir Baco.

Dikatakan Baco, dirinya punya keyakinan kuat kalau penyelenggaraan Formula E tetap terselenggara. Terlebih saat ini, terselenggaranya event Internasional mobil listrik Formula E ini tersirat dari ajakan Jokowi kepada pembalap nasional, Sean Gelael, saat meresmikan Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baco pun mengajak anggota dewan lainnya yang merupakan pengusung hak Interpelasi untuk berpikir rasional. Apalagi perhelatan tersebut baru akan diselenggarakan dan jika ada pelanggaran akan dapat diusut nantinya.

“Jadi jangan belum jalan, belum dilaksanakan sudah kita gangguin. padahal tujuannya baik, Formula E salah satu instrumen untuk kebangkitan ekonomi kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M.Taufik, juga optimis Formula E dapat digelar sesuai jadwal pada 4 Juni 2022. Politisi Gerindra ini menilai, rencana Interpelasi sudah tidak relevan.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakpro serta Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta telah melakukan pembayaran biaya penyelenggaraan Formula E kepada FEO senilai 53 juta pound sterling atau setara Rp 560.000.000.000.

Perhelatan mobil listrik ini sempat menuai polemik di kalangan dewan. Mereka yang menolak karena menilai duit Rp 560 miliar hendaknya dipakai untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tetap keuhkeuh ingin menggelar Formula E karena dana Formula E sudah tercantum dalam APBD 2020, jauh sebelum adanya pandemi Covid-19. Hal ini sebagaimana Perda Nomor 7 tahun 2019 tentang APBD Tahun Anggaran 2020.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER