MEGAPOLITAN

Ini Rencana Viani Limardi Jika Menangkan Gugatan Rp1 T dari PSI

MONITOR, Jakarta – Anggota DPRD DKI Jakarta, Viani Limardi, memiliki keyakinan besar kalau gugatannya kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebesar Rp 1 triliun bakal dimenangkannya.

Viani pun menceritakan kenapa dirinya sampai menggugat PSI hingga mencapai angka Rp 1 triliun. Hal itu tak lepas karena nama baiknya telah tercoreng dengan adanya tudingan kalau ia telah menyelewengkan dana kegiatan reses dewan oleh PSI, yang merupakan partai politik tempatnya bernaung.

“Kenapa bisa muncul angka Rp 1 triliun? karena tudingan itu sudah merusak nama baik saya dan keluarga besar saya. Bahkan tak hanya saya atau pun keluarga, tapi ratusan ribu bahkan jutaan konstituen saya pun ikut terluka dengan tudingan PSI tersebut,” ujar Viani kepada MONITOR disela-sela acara rapat Komisi A DPRD DKI Jakarta.

Lantas mau dipakai apa uang Rp 1 triliun, jika dirinya berhasil memenangkan gugatan terhadap PSI?

Dijawab Viani, ia berkeinginan membuat pusat pemberdayaan UMKM, karena itu memang sudah menjadi program daerah pemilihan (dapil) nya untuk menggerakan konstituennya ikut memberdayakan UMKM.

“Kalau sekarangkan memang program saya untuk buat pusat UMKM kan belum berjalan karena memang modalnya belum ada. Nah, kalau nanti saya menang gugatan 1 triliun, aku akan pakai semuanya untuk modal buat bikin pusat UMKM,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa polemik yang tengah dihadapinya ini tidak akan menghentikan langkah politiknya. Terlebih, sambungnya, ketika masih banyaknya warga DKI Jakarta yang masih menginginkan dirinya untuk dilayani kembali.

“Karena dari awal aku masuk ke dunia politik tujuannya hanya satu, yaitu ingin melayani masyarakat. Jadi kalau kalau nanti masyarakat Jakarta masih ingin dilayani, ya ayo,” katanya.

Viani pun menegaskan bahwa konflik yang terjadi dengan PSI tersebut, bagian dari dinamika politik. Hanya memang, Ia menyesalkan adanya fitnah yang menyebutkan kalau dirinya menggelembungkan dana reses dewan hingga berujung pemecatan.

Sebagaimana diketahui, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI sebelumnya telah memecat Viani dari keanggotaan maupun anggota dewan.

Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka mengatakan, penjatuhan sanksi terhadap Viani merupakan proses panjang dan telah dilakukan sesuai dengan prosedur internal partai.

Buntut dari pemecatan tersebut, Viani Limardi pun mengajukan gugatan terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) atas pemecatan dirinya. Gugatan telah terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa (19/10/2021).

Gugatan teregistrasi dengan nomor: PN JKT.PST-102021KJM tertanggal 19 Oktober 21. Dalam lampiran berkas, Viani menggugat Rp1 triliun kepada kepada Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pembina dan Dewan Pimpinan Wilayah PSI.

Recent Posts

Bantuan Sapi Kurban Presiden Dinilai Lebih Tepat Diposisikan sebagai Program Sosial Negara

MONITOR, Jakarta — Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menilai bantuan…

12 jam yang lalu

Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Hadir di Berbagai Daerah untuk Perluas Akses Kompetensi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan melaksanakan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 Batch 2 di…

13 jam yang lalu

Kementan-BUMN Tegaskan Hilirisasi Ayam di Bone untuk Peternak Rakyat

MONITOR, Makassar - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama BUMN pangan mempertegas komitmen pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di…

16 jam yang lalu

Pelayanan Haji 2026 Dinilai Melompat Jauh, Amirul Hajj Apresiasi Kinerja Kemenhaj

MONITOR, Mina — Anggota Amirul Hajj 1447 H/2026 M, H.R. Muhammad Syafi’i, menilai penyelenggaraan ibadah…

22 jam yang lalu

Kemenhaj Siagakan Mobile Crisis Rescue Perkuat Respon Cepat Tanggap Kedaruratan di Mina

MONITOR, Jakarta — Kemenhaj memperkuat layanan pelindungan jemaah haji Indonesia selama fase Mina dengan menyiagakan…

22 jam yang lalu

Kurban APBN di Tengah Krisis Fiskal dan Ujian Moderasi Beragama

SuwendiDosen Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dalam momentum Idul Adha 1447 H/2026 M, publik…

1 hari yang lalu