Selasa, 19 Oktober, 2021

Kementan bersama Bupati Purworejo Panen Korporasi Benih Kacang Hijau

MONITOR, Purworejo – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Bupati Purworejo, Agus Bastian melakukan panen benih kacang hijau kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Kacang Hijau Berbasis Korporasi Petani di Kelompok Tani Maju, Desa Dlisen Wetan Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo seluas 25 Ha, varietas Vima 1. Didampingi juga oleh Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Purworejo, Wasit Diono.

Dalam sambutan nya Bupati Agus Bastian mengatakan, prospek kacang hijau di Kabupaten Purworejo sangat bagus.

“Saya berharap kacang hijau bisa dikembangkan di kecamatan lain dan di Purworejo ini berpotensi menjadi salah satu sentra kacang hijau di Jawa Tengah,” kata Agus. Agus berharap, agar memanfaatkan lahan pertanian yang tidak aktif selama musim kemarau.

Selanjutnya Agus menyampaikan ada banyak teknologi yang dapat diterapkan untuk budidaya tanaman pangan di lahan kering.

- Advertisement -

“Pemerintah tentu akan memfasilitasi, tapi saya mendorong petani untuk selalu kreatif dan mau memanfaatkan lahan sebab potensinya sangat besar,” tambahnya.

luas budidaya kacang hijau di Purworejo mencapai 3.100 hektare. Budidaya terluas ada di Kecamatan Pituruh hingga mencapai 2.000 hektare. Petani petani ini dapat menikmati budidaya kacang hijau karena hasilnya optimal dan harganya bagus. Setiap hektare lahan mampu menghasilkan 1,7 ton biji kacang hijau.

Ketua Poktan Maju, Liwon Subagyo mengungkapkan bahwa sebagai petani sangat bangga, dengan menanam untuk perbenihan kacang hijau merasa diuntungkan dengan mahalnya harga jual yaitu Rp. 17.500 per kilogram dibandingkan jual berupa hasil konsumsi.

“Harga jual kacang hijau yang tinggi membuat petani termotivasi membudidayakan kacang hijau. Dulu kebanyakan petani di Pituruh menanam kedelai, tapi harganya sering tidak stabil dan cenderung rendah. Berbeda dengan kacang hijau yang selalu lebih mahal,“ ujarnya.

Pada kesempatan yang berbeda Direktur Perbenihan Takdir Mulyadi mengatakan Kementerian Pertanian terus mendukung kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Kacang Hijau Berbasis Korporasi Petani berupa bantuan benih sumber, pupuk dan pestisida berupa transfer uang kepada kelompok tani,

“Purworejo mampu mencetak produsen benih kacang hijau yang handal, mandiri, inovatif dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan benih daerah tersebut. Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), yakni ke depan tiap wilayah tidak perlu lagi mendatangkan benih kacang hijau dari luar provinsi,“ ucap Takdir.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi terus mendorong masyarakat Purworejo untuk giat menanam kacang hijau karena memberikan peluang permintaan kebutuhan ekspor yang cukup tinggi. Pada tahun 2020, hampir 25 persen produksi kacang hijau di ekspor.

“Pemerintah mendorong perluasan pengembangannya dan menjadi salah satu program prioritas. Terlebih petani Purworejo dapat memasok ketersediaan benihnya secara insitu dan mandiri.Dengan begitu, petani bisa tepat waktu tanam sesuai kebutuhan petani. Korporasi kan tujuannya agar masyarakat tani lebih meningkat kapasitasnya,” tegas Suwandi.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER