Selasa, 19 Oktober, 2021

1.500 PTM di Jakarta ditunda karena ANBK 27-30 September

MONITOR, Jakarta – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada 1.509 sekolah di Jakarta ditunda selama sepekan dari yang dijadwalkan pada hari ini Senin, (27/9/2021), lantaran digelarnya Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-ristek).

Kepala Sub Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah menyebutkan, penundaan tersebut dilakukan karena jadwal asesmen tersebut dilakukan pada tanggal 27 September sampai 30 September 2021 yang menyebabkan untuk tanggal tersebut tidak dilaksanakan PTM untuk seluruh sekolah.

“ANBK itu menghadirkan juga perwakilan siswa ke sekolah untuk asesmen menggunakan lab komputer, yang mana dikhawatirkan terjadi kerumunan di sekolah, karenanya pelaksanaan PTM terbatas itu ditunda sampai 1 Oktober 2021,” ujar Taga saat dikonfirmasi, Senin (27/9).

Taga menjelaskan, walau ANBK itu dilakukan hanya untuk tingkat SMA, namun Dinas Pendidikan memutuskan penundaan PTM diterapkan untuk sekolah jenjang TK hingga SMP.

- Advertisement -

“Meskipun, ANBK itu untuk jenjang SMA tetapi PTM terbatas itu melibatkan Paud, SD, SMP, SMA dan SMK khawatir terjadi kerumunan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Nahdiana menyebutkan PTM tidak dilasanakan Senin ini, karena 899 sekolah yang rencananya akan ditambahkan pada 610 sekolah yang saat ini melaksanakan PTM terbatas, karena 899 sekolah itu masih dalam tahap asesmen atau penilaian.

Asesmen tersebut, kata Nahdiana, adalah untuk verifikasi apakah protokol kesehatan di sekolah-sekolah tersebut siap atau tidak apabila menggelar PTM terbatas.

“Sekarang kita siapkan agar mereka siap-siap, untuk mereka yang dinyatakan lolos dalam PTM,” kata Nahdiana.

Apabila ratusan sekolah tersebut dinyatakan lolos verifikasi, maka PTM terbatas tahap II dijadwalkan menggelar PTM pada 4 Oktober 2021 nanti.

“Nanti akan dibuka 4 Oktober ya, kalau nggak salah,” ucap Nahdiana.

Namun demikian, apabila dalam proses tahap verifikasi ditemukan pelanggaran protokol kesehatan maka sekolah yang sedang menjalani asesmen itu akan dicoret dan tidak bisa mengadakan PTM terbatas.

“Nanti kalau verifikasi ada masalah setelah pelaksanaan kerja sama, kalau ada temuan lain-lain, kita tutup kembali, kan prosedurnya kaya gitu,” tutur Nahdiana.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menambah jumlah sekolah peserta Pembelajaran Tatap (PTM) terbatas. Sebanyak 899 sekolah sudah diizinkan untuk kembali dibuka di tengah masa pandemi COVID-19.

Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 984 Tahun 2021 tentang penetapan satuan pendidikan yang melaksanakan PTM Terbatas tahap II pada masa PPKM.

“Menetapkan satuan pendidikan yang melaksanakan PTM campuran tahap II pada masa PPKM,” demikian bunyi surat yang diteken Kepala Disdik DKI Nahdiana, dikutip Senin (26/9).

Nahdiana menjelaskan dalam surat itu, sebanyak 899 sekolah terdiri dari 809 sekolah umum tingkat TK hingga SMA dan SMK, serta 90 madrasah mulai tingkat RA sampai MA.

Dengan demikian, 899 sekolah ini menambah jumlah sekolah yang menggelar PTM campuran menjadi 1.509 sekolah. Sebelumnya ada 610 sekolah yang boleh dibuka.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER