Sabtu, 23 Oktober, 2021

Kabupaten Garut Optimis Mampu Produksi Jagung 500 Ribu Ton Pertahun

MONITOR, Garut – Kabupaten Garut, wilayah sentra jagung di Jawa Barat masih melimpah stok jagungnya. Salah satunya panen yang telah dilakukan oleh para petani di Kabupaten tersebut. Endang Junaidi dari Dinas Pertanian Kabupaten Garut yang sedang berada di salah satu Kecamatan sentra jagung yaitu di Desa Pesanggrahan , Kacamatan Sukabening Kabupaten Garut pada hari Jumat (24/9) menjelaskan wilayahnya setiap tahun dapat menyuplai produksi jagung ke Jawa barat sebesar 40 %.

Ia membeberkan bahwa produktivitas jagung rata rata di Garut diangka 7,6 ton/ha. Dengan rata rata luas tanam per tahun sekitar kurang lebih 70 ribu ha sehingga setiap tahun Kabupaten Garut bisa menyumbang produksi jagung ke tingkat Jawa Barat sebesar 500 ribu ton. “Sedangkan untuk harga jagung saat ini di tingkat petani yaitu di harga 5.500 kg dengan rata rata kadar air 17 -20 %,“ ungkapnya.

Junaidi lebih dalam lagi menceritakan bahwa di kabupaten Garut pada saat ini masuk ke musin penghujan dimana para petani sedang mempersiapkan musim tanam selanjutnya setelah panen raya yang sudah dilakukan. Junaidi juga menyampaikan suara hati para petani di Kabupaten Garut untuk tidak mendatangkan jagung dari luar karena produksi dalam negeri sangat melimpah dan ada diseluruh pelosok negeri ini.

Berdasarkan angka prognosa, untuk Jawa Barat bulan September panen seluas 8.279 hektar dengan produksi 44.209 ton. Di Oktober 7.997 hektar dengan produksi 44.499 ton. Sedangkan untuk Jawa Barat luas panen dari januari hingga November 2021 adalah seluas 145.239 hektar dengan produksi 800.246 ton pipilan kering.

- Advertisement -

Secara nasional, untuk di bulan September-November diperkirakan panen seluas 826.367 ha dengan produksi 3.745.928 ton. Adapun bulan Januari-November 2021 perkiraan luas panen jagung di Indonesia 4,2 juta hektar dengan produksi 17,5 juta ton pipilan kering.

Sementara itu, Ismail Wahab Direktur Serealia, Ditjen Tanaman Pangan menegaskan, September hingga Oktober adalah masa panen jagung yang ditanam di lahan sawah. “ Sampai saat ini masih banyak laporan yang masuk ke kami panen jagung dimana mana yang tentunya sangat mampu mencukupi kebutuhan peternak,” ujarnya.

Ismail menyebut timnya sudah turun ke lapangan untuk memastikan stok jagung di petani maupun di Gudang pakan tersalurkan. “ Kita akan pastikan kebutuhan peternak tercukupi untuk 3 bulan mendatang,”tandasnya

Terpisah Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menegaskan bahwa jajaran nya sudah bergerak cepat untuk membuktikan bahwa stok jagung dalam negeri cukup untuk kebutuhan pakan ternak. “ Negeri kita sangat kaya dan luas, tentunya kolaborasi yang baik selama ini terjadi dari hulu hingga hilir maka tidak susah kita buktikan bahwa panen terjadi dimana mana sehingga stok jagung untuk pakan ternak khusunya akan tercukupi “ tegasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER