Kamis, 28 Oktober, 2021

Akademisi: Masih Banyak Korban Kekerasan Takut Bersuara

MONITOR, Jakarta – Korban kasus kekerasan seksual masih banyak yang takut bersuara. Kaprodi BKPI PPs IAIN Batusangkar, Wahidah Fitriani, menemukan kasus serupa di sejumlah daerah terutama korban penyintas KDRT.

Wahidah menyatakan pernikahan seharusnya menjadi jalan untuk menggapai surga Ilahi, bahkan bila perlu menjadikan pernikahan sebagai surga di dunia. Namun kenyataan berbanding terbalik dari realita, terutama selama masa pandemi.

“Kita masih menemukan masih banyak korban kekerasan yang tidak berani membuka suara. Dalam kehidupan rumah tangga, perempuan masih dibayangi oleh cinderella syndrom, hidup enak, bahagia semua kebutuhan tercukupi, tapi kenyataannya ketika mereka menikah hal tersebut malah tidak seusai dengan harapan,” ujar Wahidah dalam diskusi serial keenam Gerakan Zakat Nasional bagi Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, yang diselenggarakan PSIPP ITBAD Jakarta bersama LAZISMU, Jumat (24/9/2021).

Secara psikologis, Wahidah mengungkapkan para korban mendapatkan efek yang luas biasa terhadap mental psikisnya. Mereka mengalami peristiwa traumatis yang sangat dalam. Bahkan korban terkadang sampai tidak mengenali keluarganya.

- Advertisement -

Alumni Pesantren Diniyah Putri Padang Panjang ini berharap, buku Zakat bagi Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak benar-benar menjadi solusi atas permasalahan sosial dan dapat mengentaskan kehidupan korban yang termarjinalkan secara ekonomi dan sosial.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER