Rabu, 20 Oktober, 2021

Komitmen Fee Formula E Mahal, Wagub DKI: Tanya PT Jakpro

MONITOR, Jakarta – Mahalnya komitmen fee Formula E menjadi pertanyaan besar. Pasalnya jika dibandingkan negara lain, komitmen fee yang harus dibayarkan Pemerintah Provinsi DKI terbilang lebih mahal.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, tak menampik adanya perbedaan besaran harga tersebut.

“Komitmen itu, (negara) Asia dengan Eropa memang berbeda,” ujarnya di Balai Kota DKI pada Senin (20/9).

Ia mengatakan, untuk teknisnya nanti pihak PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang dapat menjelaskan. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini, dikatakannya, mendapatkan tugas dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar menggandeng Formula E Limited dalam menggelar turnamen Formula E.

- Advertisement -

“Silakan tanya ke Jakpro dan Formula E Limite langsung, karena komitmen memang ada di mereka,” imbuh Ariza.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo mempertanyakan tingginya biaya komitmen atau commitment fee Formula E yang ditanggung APBD Jakarta yakni 122,102 juta Pound Sterling atau setara Rp 2,4 Triliun.

Pasalnya di sejumlah kota penyelenggara Formula E seperti New York, Amerika Serikat tidak dikenai biaya commitment fee. Bahkan kota Roma, Italia dibebaskan biaya commitment fee hingga penyelenggaraan tahun 2025.

“Ini patut dipertanyakan, mengapa biaya commitment fee Formula E Jakarta sangat tinggi dan jelas membebani APBD Jakarta,” ujar pria yang akrab disapa Ara ini berdasarkan keterangannya pada Kamis (16/9).

Ara mengatakan, sementara penyelenggaraan Formula E di Montreal, Kanada hanya terdapat biaya momination fees for the City of Montreal sebesar C$151,000 atau setara Rp 1,7 miliar dan Race fees sebesar C$1,5 juta atau setara Rp 17 miliar, dengan total biaya sebesar Rp 18,7 miliar.

Kata dia, Pemprov DKI Jakarta dan PT Jakpro patut jeli dan mempertanyakan mengapa penerapan biaya komitmen fee di berbagai kota berbeda? “Ini mengapa Montreal hanya membayar 5 persen dari biaya commitment fee yang ditagihkan Dispora?” katanya.

Menurut Ara, masih banyak sejumlah informasi terkait biaya Formula E yang tidak diketahui sepenuhnya karena Pemprov DKI Jakarta maupun Jakpro enggan membuka detail kontrak Formula E Jakarta meski beberapa kali diminta pada rapat komisi E.

“Jika tidak ada interpelasi, maka semua ini akan jadi misteri bagi semua warga Jakarta, karena tidak ada kejelasan dari Pemprov DKI Jakarta dan Gubernur Anies,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER