PERDAGANGAN

RI Didorong Kuatkan Sektor Perdagangan di Kawasan Asia-Pasifik

MONITOR, Jakarta – Anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) terus mengupayakan kelancaran arus perdagangan di kawasan Asia-Pasifik sebagai bentuk implementasi mandat dari para Menteri Perdagangan APEC (Ministers Responsible for Trade/MRT) pada Juni 2021 lalu.

Upaya memastikan jaringan rantai pasok tetap terbuka dan berjalan lancar ditempuh lewat komitmen mengurangi hambatan perdagangan baik berupa tarif maupun nontarif, peningkatan fasilitasi perdagangan dengan memanfaatkan teknologi digital dan percepatan implementasi perjanjian fasilitasi perdagangan WTO (WTO Trade Facilitation Agreement/TFA), serta pembukaan kembali perjalanan internasional dengan aman.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Komite Perdagangan dan Investasi APEC yang ketiga (APEC CTI3) pada 24–26 Agustus 2021 secara virtual. Pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag
Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan forum APEC berperan sangat krusial dalam menjalankan mandat para Menteri Perdagangan APEC.

“Kontribusi seluruh kelompok kerja di dalam forum APEC dalam menindaklanjuti mandat para Menteri Perdagangan APEC sangat dibutuhkan jika ingin mewujudkan komitmen bersama menangani dampak pandemi Covid-19,” kata Djatmiko.

Sementara itu, Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kemendag Farid Amir yang hadir dalam pertemuan CTI3 tersebut menyampaikan pandangan Indonesia bahwa upaya APEC dalam mengatasi dampak pandemi selaras dengan upaya yang sedang dilakukan Pemerintah Indonesia saat ini.

“Dalam hal pengurangan hambatan perdagangan, Indonesia mendorong inisiatif untuk mengurangi hambatan-hambatan nontarif terutama dalam sektor pertanian,
kehutanan, dan perikanan. Hal tersebut dilakukan mengingat sektor tersebut berpihak pada pembangunan ekonomi anggota berkembang untuk pengentasan kemiskinan,” kata Farid.

Farid menambahkan, pemanfaatan teknologi akan mendorong modernisasi fasilitasi perdagangan secara menyeluruh dan menciptakan peluang bagi pemerintah maupun swasta. Namun, perlu mempertimbangkan kapasitas dan kesenjangan digital antar-Ekonomi APEC terutama dalam hal kesiapan infrastruktur dan kerangka kebijakan, termasuk mengutamakan kegiatan peningkatan kapasitas dan berbagi informasi kebijakan.

“Akselerasi implementasi perjanjian fasilitasi perdagangan WTO juga akan berkontribusi positif dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan memperlancar arus perdagangan. Indonesia menyambut baik program-program peningkatan kapasitas terkait perjanjan fasilitasi perdagangan WTO serta diskusi APEC terkait dukungan
terhadap sistem perdagangan multilateral dan reformasi WTO, terutama dalam mendukung Konferensi Tingkat Menteri ke-12 WTO pada November mendatang,” imbuh Farid.

Recent Posts

Sebanyak 15.160 Guru PAI Ikuti UP PPG Daljab Angkatan 4 Kemenag

MONITOR, Jakarta - Sebanyak 15.160 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti Uji Pengetahuan (UP) Pendidikan…

37 menit yang lalu

Wujudkan Damai Palestina, Prabowo Siap Kirim Ribuan Pasukan ke ISF

MONITOR, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung terwujudnya…

5 jam yang lalu

Kemenag Serahkan Bantuan Sarpras Rp200 Juta untuk Dua Ponpes Surakarta

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyerahkan bantuan sarana prasarana (sarpras) kepada dua pondok pesantren besar…

8 jam yang lalu

Kemensos Salurkan Bansos Rp1,8 T untuk 1,7 Juta KPM Korban Bencana

MONITOR, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) reguler triwulan…

10 jam yang lalu

Kemenag Serahkan Dua Ton Kurma dan 1.000 Mushaf Al-Qur’an di IKN

MONITOR, Jakarta - Sebanyak dua ton kurma bantuan dari Kerajaan Arab Saudi dan 1.000 mushaf…

14 jam yang lalu

AKLP Soroti Dampak Impor 105 Ribu Pick-Up India bagi Industri Kaca

MONITOR, Jakarta - Rencana kebijakan impor 105.000 unit kendaraan pick-up dalam bentuk utuh atau Completely…

17 jam yang lalu