Minggu, 26 September, 2021

Kementan Dukung Olahan Organik Pangan Jadi Daya Tarik Ekspor

MONITOR, Jakarta – Produk pangan lokal Indonesia mempunyai kualitas yang banyak dilirik oleh negara luar.  Petani kecil di Indonesia punya peluang besar mengirim produk lokal berkualitas ke luar negeri alias go international.

Hal ini disampaikan oleh Emily Sutanto, Founder dan Director Sunria yang saat ini berdomisili di Singapura kala mengikuti acara webinar Propaktani episode 64 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian tanggal 20 Agustus 2021.

Ia menceritakan produk yang diekspor berupa produk organik yang memiliki sertifikat dari Institute for Marketcology, lembaga sertifikasi organik internasional, berbasis di Swiss, yang terakreditasi mendunia. Logo sertifikat yang dikeluarkan pun tak tanggung-tanggung, langsung untuk tiga negara, yakni AS dengan US Department of Agricultural National Organic Program, Uni Eropa, dan Jepang dengan Japanese Agricultural Standard.

Sebagai Founder Sunria, Emily sekelumit menceritakan mengenai awal mula ia terjun ke dunia pertanian organik. Diawali dari petani beras organik di Wonogiri, Jawa Tengah, mereka bisa menghasilkan jenis beras organik bernama ‘Volcano Rice’ yang berbeda dengan yang lain karena banyak mengandung mineral seperti zinc dan magnesium.

- Advertisement -

“Kami merintis dan membantu petani kecil di Indonesia berawal dari rasa kemanusiaan karena banyak petani yang tidak bisa mendapat harga yang layak dan ditekan tengkulak,” kata dia.

Ia juga sangat senang dengan produk organik karena baik untuk kesehatan. Peraih gelar master bidang Manajemen Internasional dan Mass Communication dari Pepperdine University, Los Angeles, California, dan Bond University, Australia ini akhirnya mengekspor beras organik bersertifikat hasil petani lokal ke Amerika Serikat.

Dalam kesempatan tersebut Emily juga melakukan demo memasak dengan menggunakan bahan organik menjadi panganan yang instagramable untuk menarik minat masyarakat agar beralih ke produk organik yang tentunya lebih sehat.

Senada dengan hal tersebut, Mahmud Syah K, Farm manager Perkumpulan Pertanian Organik Wonoagung (PPOW) Wonogiri menyampaikan bahwa ia tergerak membuat bisnis di bidang pangan organik.

PPOW yang memiliki visi menjadi produsen pangan organik yang berkualitas serta bermanfaat bagi masyarakat luas dan lingkungan hidup, memulai kegiatannya dengan pembuatan pupuk organik padat yang kemudian berkembang menjadi produk beras organik yang sudah di ekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Amerika, Malaysia, Italia dan Prancis bekerja sama dengan PT Bloom Agro.

Sementara itu sebagai keynote speech pada acara webinar tersebut, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan bahwa Kementan mendorong masyarakat untuk mengembangkan hilirisasi produk pertanian tanaman pangan dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Bisnis pangan olahan dari produk pangan lokal terus didorong oleh Kementerian di bawah komando Syahrul Yasin Limpo ini.

“Kami yakin pangan lokal memiliki prospek positif yang mampu mendukung upaya pengembangan produk pertanian,” kata Suwandi.

Melalui hilirisasi, para pelaku agribisnis akan mendapatkan nilai tambah dan jaminan pasar yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Dengan konsep hilirisasi mereka mampu mengembangkan bisnisnya sehingga potensi income-nya semakin maksimal. Didukung oleh teknologi dan ilmu pengetahuan, kalau itu dijalankan dengan baik hasilnya secara ekonomi akan berlipat,” tegas Suwandi.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER