Sabtu, 25 September, 2021

Dinas Pendidikan Depok Wisuda Puluhan Siswa Sekolah Merdeka Belajar

MONITOR, Depok – Sekolah Merdeka Belajar (SMB) berhasil mewisuda sebanyak 94 peserta yang berasal dari 19 sekolah di Kota Depok. 72 peserta di antaranya berhasil menyelesaikan modul pembelajaran yang diberikan oleh SMB sebanyak 100 persen.

“Wisuda ini merupakan bentuk apresiasi dari kesungguhan temen-temen yang tergabung dalam program sekolah merdeka belajar karena dalam keikutsertaannya itu tidak mudah,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mulyadi, Rabu (04/08).

Dia mengatakan, program pelatihan yang diselenggarakan SMB selama ini merupakan program yang sangat dibutuhkan oleh satuan pendidikan. Program pelatihan meliputi belajar mandiri dan belajar praktik.

“Belajar mandiri terdiri atas level nol hingga enam. Level nol membahas orientasi di group Whatsapp. Seperti, refleksi GMB, refleksi Cinta dan penggunaan aplikasi Sekolah.mu,” jelasnya.

- Advertisement -

Kemudian, level 1 tentang kesepakatan kelas merdeka belajar dan pelibatan keluarga di satuan pendidikan, level 2 merancang RPP merdeka belajar, dan Level 3 asessment formatif untuk merdeka belajar. Lalu, level 4 pembelajaran berbasis kompetensi serta level 5 pembelajaran jarak jauh merdeka belajar.

Sementara, belajar praktik masuk ke dalam level 6. Terdiri atas monitoring guru, monitoring pemimpin, sesi orang tua, dan program belajar bersama murid.

“Mudah-mudahan pengetahuan yang diperoleh para peserta bisa diaplikasikan di sekolahnya masing-masing,” harapnya.

Senada dengan itu, Ketua Lembaga Sekolah Merdeka Belajar, Rizqy Rahmat Hani menuturkan, salah satu tujuan dari SMB adalah ingin mengajak setiap sekolah menjadi sekolah abad ke-21. Yaitu sekolah yang merdeka belajar, sadar akan kebutuhan murid, melakukan personalisasi cara kepada setiap muridnya, fokus pada kompetensi muridnya.

“Lalu sekolah yang tidak memberikan resep yang sama kepada siswa, sekolah yang berkarya, harapannya sekolah, sekolah yang antar guru, orang tua, kepala sekolah, dan muridnya bisa berkolaborasi,” ungkapnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER