Sabtu, 24 Juli, 2021

Seskab: Presiden Batalkan Rencana Vaksin Berbayar

MONITOR, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya membatalkan rencana kebijakan vaksin COVID-19 berbayar bagi individu yang sebelumnya direncanakan akan disalurkan melalui Kimia Farma.

Ini disampaikan melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/07/2021) kemarin. Keputusan ini diambil atas pertimbangan dan masukan dari elemen masyarakat kepada pemerintah.

“Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut,” ujar Pramono tegas.

Oleh sebab itu, maka seluruh kegiatan vaksinasi di Indonesia akan berjalan sebagaimana umumnya yakni gratis bagi seluruh masyarakat.

- Advertisement -

“Semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden sebelumnya,” terang Pramono.

Sementara itu, terkait dengan Vaksinasi Gotong Royong, mekanismenya tetap dilakukan melalui perusahaan di mana perusahaan yang akan menanggung seluruh biaya vaksinasi bagi karyawannya.

“Sehingga dengan demikian mekanisme untuk seluruh vaksin, baik itu yang gotong royong maupun yang sekarang mekanisme sudah berjalan digratiskan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Seskab juga menyampaikan arahan tegas Presiden Jokowi kepada seluruh jajarannya di Kabinet untuk memiliki rasa kepekaan sosial dalam suasana pandemi ini.

“Presiden telah menegaskan bahwa dalam PPKM Darurat ini tentunya sense of crisis seluruh kementerian/lembaga, para pemimpin itu harus ada,” ujarnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER