Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera/ dok: Kompas
MONITOR, Jakarta – Pemerintah didesak dapat mengambil semua kebijakan demi mengendalikan pandemi. Salah satu wacana yang muncul belum lama ini, yakni perpanjangan pemberlakuan PPKM hingga enam pekan.
Menanggapi opsi ini, Politikus PKS Mardani Ali Sera mempertanyakan apakah PPKM yang diterapkan sejauh ini sudah efektif.
“Harga nyawa dan kesehatan masyarakat tidak bisa ditukar dengan apapun. Tapi efektifkah PPKM sejauh ini?” tanya Mardani.
Melihat tren selama 7 hari pelaksanaan PPKM darurat, Mardani menilai belum ada tanda-tanda penurunan kasus Covid-19 secara nasional. Terbukti pada periode 3-9 Juli 2021 misalnya, rata-rata penambahan kasus mencapai 32.400 per hari.
“Tes maupun pelacakan, bagian strategi PPKM Darurat yang mestinya bisa dimaksimalkan. Sayangnya jumlah orang yang dites per hari baru 120.000-145.000 orang, angka yang masih jauh dari target pemerintah (324.283) dan WHO,” terang Wakil Ketua BKSAP DPR RI ini.
Mardani menyatakan masyarakat sebenarnya sudah sangat menunggu upaya pemerintah mengatasi berbagai masalah yang timbul beberapa waktu terakhir. Seperti pengadaan tabung oksigen, ketersediaan obat-obatan, sampai rumah sakit yang dapat diakses dengan mudah dan terjangkau.
“Negara mesti hadir menjaga rakyat, termasuk mempercepat proses vaksinasi,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Agama akan menggelar Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional (UAPDFBN)…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat pembangunan kampung nelayan merah putih (KNMP)…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi menetapkan tagline penyelenggaraan ibadah haji tahun…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melakukan terobosan baru dalam penyelenggaraan ibadah haji…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di…
Oleh Dadangsah Manjalib* “Homo Homini Lupus” sebuah peribahasa Romawi Kuno yang kemudian dipopulerkan oleh Thomas Hobbes…