MEGAPOLITAN

RS di Jakarta Kekurangan Oksigen, Keluarga Pasien Covid-19: Pemprov dan Kemenkes Tolonglah Bantu

MONITOR, Jakarta – Kasus Covid-19 di Jakarta masih tinggi, sejumlah Rumah Sakit (RS) mengklaim kehabisan oksigen. Bahkan akibat kelangkaan oksigen tersebut pasien Covid-19 yang masuk ke RS banyak yang kritis termasuk meninggal dunia.

“Iya, Mamah saya meninggal sebelumnya mencari oksigen kesana-kemari untuk sendiri tidak dapat sementara rumah sakit penuh hingga akhirnya masuk Rumah Sakit namun ternyata disini juga kekurangan oksigen,” ujar keluarga pasien Covid-19 yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi MONITOR, Minggu (11/7/2021).

Atas kejadian ini, ia pun meminta Pemprov DKI bisa bertindak cepat dalam mengatasi kelangkaan oksigen tersebut. “Sekarang Kakak saya yang dirawat di RS kondisinya sama tidak ada oksigen. Semua pasien disini kondisinya menghawatirkan sementara oksigen tidak ada,” terangnya.

Keluarga pasien tersebut mengaku masuk Rumah Sakit sejak pukul 06.00 WIB pagi namun belum mendapatkan oksigen hingga akhirnya mencari dan sempat mengirimkan sendiri tabung oksigen ke Rumah Sakit tempat sang Kakak dirawat. Namun tabung tersebut justru dikembalikan dengan alasan pihak RS sudah mendapatkan oksigen.

Tidak hanya rumah sakit, keluarga pasien juga berharap orang yang tidak bisa dapat rumah sakit bisa mendapatkan stok oksigen. “Pemprov DKI dan Kementerian Kesehatan tolong bantu segera cari solusi ini,” harapnya.

Dihubungi secara terpisah, Anggota Komisi E DPRD Jakarta, Basri Baco mengatakan, seharusnya untuk saat ini soal kelangkaan oksigen sudah bisa diatasi. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi pihak rumah sakit yang mengatakan kehabisan oksigen.

“Untuk saat ini stok oksigen di DKI tidak kurang. Kalau ada RS yang mengatakan kehabisan oksigen berarti ada yang salah dengan RS tersebut,” tegasnya.

Diakuinya, memang sebelumnya Jakarta mengalami kelangkaan oksigen, yang disebabkan meningkatnya pasien Covid-19. Namun hal tersebut langsung diantisipasi oleh Pemprov DKI.

“Jadi sekali lagi saya katakan, kalau ada RS yang menyatakan kekurangan oksigen, berarti ada masalah dengan RS tersebut. Ini harus ditelusuri kenapa RS tersebut bisa kekurangan oksigen. Apa terkendala pendistribusiaanya atau tidak ada perencanaan yang mantang dari RS tersebut dalam penyediaan oksigen,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho mengatakan, kekosongan oksigen ini juga dibarengi dengan kekosongan obat.

“Sangat disayangkan memang negara tidak bisa menjamin kebutuhan alat dan obat yang dibutuhkan warga negaranya yang sedang diserang penyakit wabah covid ini,” ungkapnya.

Recent Posts

Unhan RI Kukuhkan Prof. Aris Sarjito sebagai Guru Besar, Tegaskan Keniscayaan Modernisasi Pertahanan

MONITOR, Bogor - Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Aris…

53 menit yang lalu

Kementerian UMKM–SIPPO Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa ke Ghana

MONITOR, Semarang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia bersama Swiss Import Promotion…

3 jam yang lalu

Kemenhaj Pastikan Layanan Kesehatan 24 Jam di Madinah, Sistem Rujukan Rumah Sakit Siaga untuk Jemaah Haji 2026

MONITOR, Madinah — Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di…

3 jam yang lalu

DPR Sahkan UU PPRT, Ketua Komisi XIII DPR: Ini Komitmen Tinggi Memanusiakan Manusia

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menyambut baik disahkannya Undang-undang Pelindungan…

4 jam yang lalu

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes, Legislator: Jangan Tinggalkan Mereka yang Sudah Lebih Dulu Berjuang untuk KDMP

MONITOR, Jakarta-Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam menyambut baik pembukaan formasi 30 ribu manajer…

4 jam yang lalu

Kemenperin Musnahkan Ribuan Unit APAP Tanpa SNI

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat upaya menjaga daya saing dan produktivitas industri nasional…

5 jam yang lalu