PENDIDIKAN

Gus Hilmy Beberkan Prinsip Guru Bisa Digugu dan Ditiru

MONITOR, Jakarta – Di hadapan ribuan guru, Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hilmy Muhammad menyampaikan bahwa urusan guru tidak akan selesai dibahas.

Menurutnya, urusan guru adalah urusan masa depan kita. Urusan pelajar adalah generasi yang harus kita persiapkan guna melanjutkan cita-cita bangsa kita. Keduanya merupakan hal yang harus terus diupayakan keberhasilannya.

“Tema guru selalu menarik. Banyaknya hal yang melingkupi urusan guru, utamanya soal peningkatan kapasitas dan juga kesejahteraan guru,” kata pria yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut pada acara Webinar Pendidikan Karakter & Keterampilan Numerasi di Era Digital bagi Guru dalam Menghadapi Asesmen Nasional pada Rabu (30/06) pagi.

Acara yang diselenggarakan oleh platform Sahabat Guru bekerjasama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini diadakan dua kali, yakni pada Selasa (29/06) di Kabupaten Kulon Progo dan Rabu (30/06) di Kabupaten Bantul. Acara tersebut menyedot perhatian guru, jumlah peserta masing-masing sesi mencapai ribuan peserta.

Dalam kesempatan baik tersebut, Gus Hilmy kembali mengingatkan para peserta pada adagium lawas, guru adalah orang yang digugu dan ditiru, dipercaya dan diteladani.

“Untuk bisa digugu, guru harus punya integritas, baik dalam perkataan, janji, maupun tindakannya. Menjadi guru tidak hanya di dalam kelas, melainkan dibutuhkan totalitas,” kata salah satu pengasuh Pesantren Krapyak tersebut.

Sementara untuk menjadi figur yang bisa ditiru, menurut Gus Hilmy, guru sosok harus inspiratif. Untuk menjadi inspiratif, guru harus memenuhi dua syarat. Pertama, peduli dengan murid, bukan hanya dalam urusan pelajaran, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Yang kedua, guru harus kreatif dan inovatif, yang menjadikannya berbeda dengan yang lain.

Untuk mendukung kualitas guru, menurut Gus Hilmy, Pemerintah sudah membuat banyak program seperti merdeka belajar, guru dan kepala sekolah penggerak, serta lainnya. Dari sisi kesejahteraan guru, pemerintah juga terus berupaya memberikan insentif yang layak seperti sertifikasi, PPPK, inpassing dan bentuk insentif lainnya.

Meski demikian, kita masih melihat masalah guru. Bukan hanya pada guru itu sendirian, melainkan pada pemangku kebijakan seperti tidak sinkronnya pemerintah pusat dengan daerah.

“Atas berbagai berbagai persoalan guru, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI telah mengesahkan panitia khusus atau pansus guru dan tenaga kependidikan honorer,” kata Gus Hilmy.

Hadir dalam acara tersebut adalah H. Abdul Halim Muslih (Bupati Bantul), Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, M.A. (Direktur GTK Pendidikan Dasar, ditjen GTK), dan Drs. Miftakodin, M.M. (Kepala Sekolah Berprestasi, Kepala SMAN 1 Yogyakarta).

Recent Posts

Rapim Kemenag DKI Jakarta, Kabiro SDM Sebut Kepemimpinan Level 5

MONITOR, Jakarta— Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Muhammad Zain menegaskan pentingnya lompatan kinerja…

1 jam yang lalu

Bebas OPTK, 188,7 Ton Cengkih Asal Natuna Berlayar ke Semarang

MONITOR, Batam - Jaminan kesehatan komoditas bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), kumbang tanduk…

2 jam yang lalu

Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Peserta Diminta Pantau Skillhub

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mengumumkan hasil seleksi Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN)…

3 jam yang lalu

Takziah ke Keluarga Petugas Haji di Malang, Wamenhaj Apresiasi Dedikasi Cak Imin Tetap Bertugas di Tanah Suci

MONITOR, Malang - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengunjungi rumah…

20 jam yang lalu

Komisi Kesehatan DPR Harap Pemerintah Segera Realisasikan Pemutihan Tunggakan Iuran BPJS

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini berharap Pemerintah segera merealisasikan…

20 jam yang lalu

Banyak Kasus Badal Haji Fiktif, DPR Dorong Digitalisasi Layanan dan Perketat Pengawasan Petugas

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq menyoroti banyaknya temuan terkait…

20 jam yang lalu