BERITA

Pengamat Sarankan Anies Tarik Dana Formula E untuk Covid-19

MONITOR, Jakarta – Wilayah Jakarta saat ini darurat corona. Ini dibuktikan dengan melonjaknya jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19. Guna mengatasinya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disarankan menarik anggaran Rp 983.31 miliar yang sudah disetorkan untuk penyelenggaraan Formula E.

“Dari pada anggaran Rp 983,31 miliar tak jelas pemakaiannya mending ditarik saja, kemudian digunakan untuk penanganan Covid-19,” ujar pengamat perkotaan, Sugiyanto, Senin (21/6/2021).

Anies pun diminta jangan bertaruh keberuntungan dengan harapan Jakarta akan tetap dapat menyelenggarakan Formula E pada tahun 2022 mendatang, sebab pandemi hingga kini belum jelas kapan berakhirnya.

Ia menambahkan apabila penyelenggaraan Formula E tidak segera dibatalkan, maka akan sangat berisiko bagi Anies, sebab masa jabatannya sebagai Gubernur Jakarta berakhir pada 16 Oktober 2022. Dengan demikian, menurut Sugiyanto, hal ini akan berpotensi menjadi polemik besar nantinya

“Sebelum nasi menjadi bubur, saran saya, Pak Anies cepat bersikap untuk membatalkan Formula E. Bicarakan dengan DPRD DKI Jakarta untuk membahas hal ini,” usulnya.

“Intinya pikirkan tentang bagaimana dana APBD Jakarta sebesar Rp 983,31 miliar yang sudah disetorkan untuk penyelenggaraan Formuma E bisa ditarik semaksimal mungkin,” sambungnya.

Dijelaskannya, beberapa hari terakhir penambahan kasus baru Covid-19 di Jakarta terus meningkat. Bahkan Anies mengatakan, Jakarta memasuki fase genting. Pada hari Minggu (20/06) terjadi penambahan kasus baru sebanyak 5582 kasus. Sebelumnya, Sabtu (19/06) terjadi penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 4.895 kasus.

Diketahui, dari hasil audit BPK DKI Jakarta bahwa pada tahun 2019-2020 guna merealisasikan penyelenggaraan Formula E, Pemprov DKI telah melakukan pembayaran kepada FEO Ltd selaku pemegang lisensi acara tersebut senilai 53 juta poundsterling Inggris atau setara Rp.983,31 milyar.

Pembayaran itu dilakukan pada tahun 2019, yakni untuk fee senilai 20 juta poundsterling atau setara 360 milyar. Pada tahun 2020 dilakukan kembali pembayaran fee sebesar 11 juta poundsterling atau sebesar Rp.200,31 milyar. Kemudian, untuk Bank Garansi senilai 22 juta poundsterling atau senilai Rp. 423 milyar.

Recent Posts

PPIH Siap Sukseskan Haji 2026, Wamenhaj Tekankan Kesiapan Mental dan Layanan Prima bagi Jemaah

MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan pentingnya kesiapan mental, spiritual,…

2 jam yang lalu

Dokter Spesialis Patologi Klinik Ingatkan Pentingnya Menjaga Kualitas Tidur

MONITOR, Lebak - Dokter spesialis patologi klinik yang juga Ketua LKNU Kabupaten Lebak, dr. H.…

2 jam yang lalu

Buruh Turun ke Jalan, Legislator: Ini Alarm Keras Krisis Ketenagakerjaan, Bukan Sekadar Aksi

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti aksi ribuan buruh yang menggelar…

3 jam yang lalu

Terima Award dari Forum Pers DPR, Puan Sebut Kerja Parlemen Butuh Dikawal Media

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menerima penghargaan dari forum pers DPR, Koordinatoriat…

3 jam yang lalu

Komunitas Ciputat: Negara Tak Lagi Tahan Kritik, Demokrasi di Ujung Tanduk

MONITOR, Tangerang Selatan - Sejumlah aktivis dari komunitas Ciputat menggelar acara halalbihalal sekaligus panggung demokrasi…

4 jam yang lalu

Expert Goes to School, Terobosan Diskominfo Tangsel Cetak Talenta Digital Siap Kerja

MONITOR, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus…

5 jam yang lalu