BERITA

Jasa Marga Targetkan Simpang Susun Akses KIT Batang Rampung Agustus

MONITOR, Batang – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) saat ini tengah melaksanakan pembangunan infrastruktur Simpang Susun (SS) Akses Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. SS Akses KIT Batang sepanjang 3,1 Km ini terletak di Km 371+750 Jalan Tol Batang-Semarang.

Direktur Utama PT JSB Prajudi menjelaskan, pembangunan Simpang Susun ini merupakan langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mendukung percepatan pengembangan KIT. Dengan adanya Simpang Susun tersebut, diharapkan dapat memberikan kemudahan distribusi kebutuhan logistik pengembangan kawasan KIT.

“Hingga pertengahan Juni 2021 ini, progres konstruksinya telah mencapai 76,19%. Kami targetkan pembangunan simpang susun ini rampung pada Agustus 2021. Nantinya setelah beroperasi, SS Akses KIT Batang ini akan dikelola oleh PT JSB, termasuk lingkup penambahan investasi pembangunan proyek ini yang masuk dalam investasi PT JSB,” ujar Prajudi.

Prajudi menambahkan, sesuai dengan amandemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Batang-Semarang yang telah disepakati pada November 2020 lalu, total investasi untuk pembangunan SS KIT Batang ini mencapai Rp 281,6 Miliar. Lingkup pelaksanaan pembangunan SS Akses KIT Batang di antaranya yaitu pembangunan satu buah SS yang menuju KIT Batang, pembangunan jalan akses tol hingga persimpangan sebidang rencana Jalan Boulevard Kawasan dan pembangunan satu gerbang tol beserta fasilitas tol.

“Dengan adanya perubahan lingkup pekerjaan konstruksi dimaksud, maka ada perubahan total biaya investasi yang dikeluarkan oleh PT JSB yaitu yang semula Rp 13,68 Triliun menjadi 13,96 Triliun, dengan masa konsesi sepanjang 50 tahun. Untuk tingkat kelayakan proyek juga tetap sesuai PPJT yaitu 13,7% dengan kompensasi Pemerintah dalam bentuk penyesuaian masa konsesi dan penyesuaian tarif akan diberikan sesuai jadwal yang disepakati,” tambahnya.

SS Akses KIT Batang ini nantinya akan memiliki 2 lajur dengan lebar lajur masing-masing 4 meter yang dibangun dengan konstruksi rigid pavement. Dibangun di atas Jalan Tol Batang-Semarang eksisting yang telah beroperasi, dengan adanya pekerjaan proyek yang berpotensi mengganggu lalu lintas seperti pekerjaan erection girder, Prajudi berkomitmen untuk tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Pembangunan proyek ini selalu berpedoman dan menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menjadi kunci utama dan harus dijalankan sehingga baik peralatan, kendaraan operasi hingga semua SDM yang bekerja harus sesuai dengan prosedur sehingga zero accident tetap tercapai. Khusus untuk pekerjaan yang berpotensi mengganggu lalu lintas, secara aktif akan kami informasikan kepada pengguna jalan agar mereka dapat melakukan pengecekkan sebelum melakukan perjalanan atau menempuh jalur alternatif,” tutup Prajudi.

KIT Batang Jawa Tengah, seluas 4.300 hektar, saat ini tengah dibangun oleh Pemerintah dalam rangka mewujudkan pemulihan ekonomi nasional akibat Pandemi Covid-19 dan sebagai upaya pengembangan kawasan ekonomi baru.

Recent Posts

Apakah MBG Indonesia Sama dengan Program Makan Gratis Jerman Pasca Perang Dunia II?

Oleh: Robi SugaraDosen Keamanan Internasional Prodi Hubungan Internasional FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Makan…

7 menit yang lalu

Kemnaker dan Huawei Perkuat Sinergi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) dan PT Huawei Tech Investment…

2 jam yang lalu

Kementan Dorong UGM Daftarkan HAKI PVT

MONITOR, Yogyakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP)…

5 jam yang lalu

Rektor UIN Jakarta: Konflik Iran vs Amerika Mereda Jadi Momentum Strategis Perkuat Pondasi Pembangunan Nasional

MONITOR, Jakarta - Meredanya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel harus dimaknai Indonesia sebagai…

5 jam yang lalu

Kemnaker–Pertamina Jalin Kolaborasi Pengembangan SDM dan Pelatihan Vokasi K3

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masih menjadi…

6 jam yang lalu

Menteri UMKM: Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengumumkan penurunan suku bunga…

9 jam yang lalu