Ini Tiga Alasan Fadli Zon Dukung Modernisasi Alpahankam TNI

Politikus Gerindra Fadli Zon

MONITOR, Jakarta – Rencana Kementerian Pertahanan mempercepat modernisasi alpahankam TNI dengan mencanangkan anggaran 25 tahun dinilai sebagai sebuah terobosan. Politikus Gerindra Fadli Zon mengatakan dirinya mendukung rencana kementerian yang dipimpin Prabowo Subianto itu.

“Saya melihat rencana Kementerian Pertahanan dengan menyatukan alokasi anggaran pertahanan 25 tahun untuk memenuhi alpahankam, merupakan sebuah terobosan dan bisa menjadi jawaban untuk mempercepat modernisasi alpahankam TNI,” tutur Fadli Zon dalam keterangannya, Selasa (8/6/2021).

Pertama, menurutnya terobosan ini akan menjawab percepatan modernisasi alpahankam. Sebab, kondisi alpahankam bangsa Indonesia dinilai sudah tidak memadai, baik dari sisi jumlah, maupun segi usia.

“Sekitar 70 persen alpahankam kita umurnya sudah uzur. Tragedi tenggelamnya KRI Nanggala 402, salah satu faktor penyebabnya adalah karena usia yang sudah tua,” kata Fadli Zon.

Ia menyatakan selama ini anggaran TNI banyak tersedot untuk pemeliharaan alpahankam yang sudah tak layak pakai. Lalu kedua, dari sisi anggaran, Fadli Zon menilai upaya modernisasi dengan menyatukan alokasi anggaran pertahanan 25 tahun, dapat meningkatkan kapasitas pengadaan alpahankam secara lebih komprehensif.

“Selain akan segera meningkatkan posisi tawar Indonesia, cara ini juga saya kira lebih efisien dibanding jika pengadaannya dilakukan secara terpisah dan parsial,” terangnya.

Jika diukur dari PDB (Produk Domestik Bruto) tahun 2020 sebesar 15.434,2 triliun, menurutnya anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk alutsista selama 25 tahun itu sebenarnya hanya pada kisaran 0,6-0,7 persen setiap tahunnya.

“Kalau kita merujuk pada dokumen MEF, idealnya sejak MEF II, antara 2014 hingga 2019, alokasi anggaran pertahanan kita sudah ke arah 1,5% dari terhadap PDB,” jelasnya.

Ketua BKSAP DPR RI ini meminta agar publik tidak semata-mata melihat gelondongan Rp1.760 triliunan saja, melainkan harus dilihat juga persentasenya terhadap PDB Indonesia 25 tahun ke depan.

Terakhir, menurut Fadli Zon rencana ini bersifat meneruskan strategi MEF yang saat ini sudah masuk tahap ke-3.