Tangkal Paham Radikal, Pemerintah Diminta Libatkan Alumni Pesantren NU

Reuni alumni SMP Al-Hikmah Brebes

MONITOR, Jakarta – Alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Hikmah Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes Angkatan 1993-1996 menggelar halal bi halal dan reuni di Taman Kota Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu 6 Juni 2021.

Acara tersebut diawali dengan ramah tamah dan diakhiri do’a untuk masyayikh dan muassis Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikmah, dewan guru SMP baik yang sudah mendahului maupun yang masih diberi umur Panjang

Inisiator halal bi halal dan reuni, Abdul Aziz mengatakan, reuni ini sebagai langkah untuk menjalin silaturahim antar alumni dan menyiapkan kepanitiaan untuk reuni akbar yang akan datang.

“Kami ingin membentuk kepanitian kecil untuk menyiapkan reuni akbar yang akan datang,” kata Abdul Aziz dalam rilisnya.

Yang paling penting dari itu, kata Aziz, ingin menguatkan kembali ajaran Ahlusunnah Waljamaah atau Aswaja dan ke-NU-an para alumni. Terlebih kami merupakan alumni pesantren NU.

Selain itu, lanjut Aziz, dalam pertemuan alumni juga tercetus rekomendasi dalam menyikapi permasalahan keumatan terutama sikap alumni dalam menangkal paham radikal.

“Untuk soal ini, kami meminta kepada Pemerintah untuk melibatkan alumni-alumni pesantren NU dalam menangkal gerakan-gerakan paham radikal. Salah satu caranya dengan mengisi khutbah-khotbah Jumat atau pengajian di masjid atau majlis taklim yang berada di bawah pengelolaan pemerintah dari tingkat pusat sampe daerah,” kata Aziz.

Selain itu, ungkap Aziz, alumni meminta kepada pemerintah agar terus memberdayakan ekonomi pesantren menuju kemandirian pesantren, “Pemerintah harus mendorong kamandirian pesantren dengan memberdayakan ekonomi pesantren,” ungkapnya.