Ilustrasi gambar jamaah haji (dok: Antara)
MONITOR, Depok – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, KH Ahmad Dimyati Badruzzaman mengaku prihatin dengan ditiadakannya ibadah haji 1442 Hijriah/2021 Masehi.
“Tentunya kita umat Islam merasa prihatin, dimana sudah menunggu-nunggu ingin supaya melaksanakan ibadah haji ke tanah suci pada tahun ini,” katanya kepada MONITOR, Sabtu (05/06).
Kendati merasa prihatin, Ahmad Dimyati mengaku memaklumi dengan keputusan pemerintah pusat yang meniadakan keberangkatan jemaah Haji.
Sebab, menurut dia, jika keberangkatan pada tahun ini dipaksakan, maka akan berdampak pada tidak maksimalnya pelaksanaan pelayanan ibadah haji.
“Kita juga memaklumi kalau misalnya dipaksakan berangkat, sementara persiapan untuk ke sana (tanah suci) terlalu mepet, menjadi tidak maksimal dalam pelayanan, maupun ibadah,” ungkapnya.
Untuk itu Ahmad Dimyati mengatakan, kepada calon jemaah haji Kota Depok khususnya untuk terus berdoa agar pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga pada 2022 nanti dapat terwujud.
“Kepada calon jemaah haji Kota Depok, hendaknya bersabar. Insya Allah dengan terus kita berdoa kepada Allah, Covid-19 ini segera disirna, sehingga tahun 2022 nanti bisa diberangkatkan,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai langkah Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengusulkan perubahan komposisi pembiayaan dalam Biaya…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk memperluas pemanfaatan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah mendukung investigasi total dugaan korupsi pemenuhan…
MONITOR, Medan — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah terus meningkatkan produktivitas, memperkuat pelindungan pekerja, dan meningkatkan…
MONITOR, Jakarta - Indonesia akan membawa kekuatan industri agro dan pengolahan pangan ke panggung internasional…