Posisi KPK Diperlemah, PKS Pertanyakan Peran Dewan Pengawas

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (net)

MONITOR, Jakarta – Keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin diperlemah. Berbagai polemik di internal lembaga anti rasuah tersebut muncul ke permukaan, setelah mencuat hasil seleksi tes wawasan kebangsaan (KPK) yang menggugurkan sebanyak 75 pegawai KPK.

Politikus PKS Mardani Ali Sera menilai kondisi KPK semakin dibuat lemah oleh sejumlah pihak, termasuk pimpinan. Ia pun mendesak agar Presiden dan Dewan Pengawas (Dewas) menjalankan peran sesuai dengan fungsinya.

“Beberapa pekan ini, kekuatan KPK terus dikoyak dan dibuat lemah. Seharusnya fungsi Presiden dan Dewas KPK bisa bergerak cepat menguatkan. Apa sih fungsi Dewas kok diam saja?” tanya Mardani dalam keterangannya, Senin (31/5/2021).

Mardani justru melayangkan apresiasi kepada pegawai KPK yang menggalang solidaritas bersama elemen masyarakat, termasuk aktivis. Menurutnya, dengan dukungan moril dari berbagai pihak, maka posisi KPK akan semakin kuat dari banyak serangan.

“Saya apresiasi pegawai KPK kompak perkuat KPK bersama aktivis-aktivis dan rakyat Indonesia,” imbuhnya.

“Bersatunya masyarakat dan lembaga anti korupsi bisa menjadi penjaga tegaknya kekuatan KPK menghalau badai yg menerpa. Termasuk gerakan penyelamatan dari para “alumni” pegawai/pimpinan KPK,” tambahnya.