Kemenag salurkan 3 Juta lebih Bantuan Paket Data PJJ untuk Dosen, Mahasiswa dan Guru

MONITOR, Jakarta РKementerian Agama (Kemenag) melakukan berbagai kebijakan sebagai upaya untuk memastikan agar masyarakat tetap memperoleh layanan pendidikan Islam di masa pendemi covid-19, salah satunya adalah program bantuan kuota internet untuk 368.829 mahasiswa dan 12.934 dosen yang disalurkan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) pada tanggal 28 Mei 2021.

Adapun kategori dosen yang memperoleh bantuan kuota terdiri dari dosen pada Perguruan Tinggi Agama Islam (PTKI) sebanyak 12.519 orang, dan sisanya 415 adalah dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) pada perguruan tinggi umum. Sedangkan jumlah kuota yang diperoleh sebesar 15 GB/bulan.

Program ini sendiri sebagaimana yang tetuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2582 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Paket Kuota Data Internet Tahun 2021 bertujuan untuk: Pertama, memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama Pandemi Covid-19;

Kedua, melindungi warga pada satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19; Ketiga, mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di satuan pendidikan; dan Keempat, membantu operasional kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani berharap, bantuan kuota ini akan dapat mengoptimalkan PJJ di lingkungan pendidikan Islam. Sehingga hak masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan Islam dapat dipenuhi oleh Kementerian Agama.

“Dengan demikian, saya berharap persoalan paket data yang membebani mahasiswa dan siswa serta dosen dan guru dalam menyelenggarakan PJJ dapat teratasi,” ujarnya.

Pada Injeksi Tahap 1 ini, selain dosen dan mahasiswa, bantuan kuota juga diberikan kepada sebanyak 582.464 guru madrasah sebesar 12 GB/bulan, 23.817 guru PAI di sekolah sebesar 12 GB/bulan, 466.906 siswa MA sebesar 10 GB/bulan, 936.392 siswa MTs sebesar 10 GB/bulan, 1.063.730 siswa MI sebesar 10 GB/bulan, dan 374.079 siswa RA sebesar 7 GB/bulan. Dengan demikian total sebanyak 3.829.151 bantuan paket data yang disalurkan pada Tahap 1 ini.

Diperkirakan seiring dengan proses validasi berdasarkan evaluasi lebih lanjut, kedepannya pada Injeksi Tahap 2 yang akan dilaksanakan di bulan Juni jumlah penerimanya akan bertambah.