Duh, Pernyataan Wamenkes Dinilai Lukai Tenaga Kesehatan di Jakarta

Wakil Menteri Kesehatan (Menkes), Dante Saksono Harbuwono/dok: aspek.id

MONITOR, Jakarta – Kalangan DPRD merespon negatif terkait pernyataan Wakil Menteri Kesehatan (Menkes), Dante Saksono Harbuwono, yang memberi penilaian buruk atau nilai E kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan pengendalian pandemi Covid-19.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, mengatakan pihaknya tersinggung dengan pernyataan Wamekes tersebut. Sebab pernyataan Wamenkes bisa melukai para tenaga kesehatan (nakes) DKI yang sudah berjuang keras menangani pasien Covid-19.

“Saya pikir, memberi penilaian sah-sah saja, tapi harus jelas tolak ukurnya, objektif, by data. Di Jakarta, kita tidak bisa hanya menilai dari angka penularannya, tapi harus juga dilihat dari segala sisi,” ujar Zita dalam keterangan tertulisnya yang diterima MONITOR.

“Hatus juga dilihat, kualitas respon nakesnya bagaimana, angka kesembuhannya berapa, angka kematiannya berapa, Menkes harus lihat itu,” sambungnya.

Menurutnya, sejauh ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI sudah kerja maksimal, kerja di atas rata-rata. Hasilnya jelas, data per 27 Mei, angka sembuhnya 95,7%, meninggalnya 1,7%. Ini lebih baik dari yang lain.

“Sekalipun penularannya meningkat, tapi tidak bisa dikatakan nilai E, itu jelas bisa melukai banyak perasaan nakes di Ibu Kota. Sama saja mengabaikan pengorbanan 18 nakes yang telah gugur melawan pandemi,” tegasnya.

Kata Zita, pihaknya berharap, Wamenkes bisa mengevaluasi apa yang telah diucap. Kita tidak butuh nilai-nilai, Pemerintah Pusat harusnya mendorong, mengayomi, dan memberi semangat Nakes yang ada di daerah.