Penyidik senior KPK, Novel Baswedan (dok: Media Indonesia)
MONITOR, Jakarta – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tampak kecewa atas sikap yang ditempuh para pimpinan yang memimpin lembaga anti rasuah itu. Dimana, pimpinan menyatakan ada 24 pegawai dari 75 yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) bakal lanjut di tahapan pembinaan.
Sementara 51 orang lainnya, dipastikan bakal diberhentikan lantaran dinilai memiliki ‘rapor merah’. Novel menilai keputusan tersebut menciderai arahan yang sudah disampaikan Presiden Joko Widodo.
“Walaupun Pak Presiden sudah arahkan, oknum Pimpinan KPK tetap ngotot untuk singkirkan pegawai KPK dengan justifikasi TWK,” kata Novel Baswedan dalam keterangaannya, Rabu (26/5/2021).
Melihat keputusan pimpinan, Novel menyatakan tidak heran. Ia bahkan sudah menduga sebelumnya pemecatan bakal dilakukan terhadap pegawai KPK.
“Ini sudah diduga, dan makin tampak by design,” tegas Novel.
Lebih jauh Novel berharap masyarakat bisa terus mengawal polemik pemecatan pegawai KPK ini, hingga di titik akhir.
“Ini tahap akhir pelemahan KPK, maka harapan masyarakat harus diperjuangkan hingga tahap akhir yang bisa lakukan,” pungkas sepupu dari Gubernur DKI, Anies Baswedan, ini.
MONITOR, Makkah - Arafah menjadi bagian terpenting dalam pelaksanaan ibadah haji. Tidak sah haji seseorang…
Abdul HakimPengajar Studi Perbandingan Politik STISNU Nusantara Tangerang Dalam dunia politik dan kekuasaan, terdapat strategi…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti lonjakan kasus HIV/AIDS yang menyerang remaja…
MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menyebut bahwa…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty memberi perhatian serius terhadap…
MONITOR, Jakarta - Peristiwa dugaan pelecehan seksual terhadap siswi SMPN 3 Depok, menuai kecaman dari…